RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Sebuah makam tua di tengah sawah Ketapang mendadak menjadi sorotan setelah Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, turun langsung dan memutuskan membiayai seluruh rehabilitasi dari dana pribadinya.
Makam tersebut adalah pusara Kiai Suropati, tokoh Mataram yang pernah diutus berperang ke Batavia pada masa penjajahan.
Bangunan cungkup makam tampak rapuh dan hampir roboh karena genteng pecah dan kayu penyangga yang lapuk dimakan usia.
Lantai makam masih berupa tanah dan belum pernah dilakukan pemadatan ataupun pemlesteran.
Akses menuju makam hanya berupa jalan tanah setapak di tengah pematang sawah yang cukup licin saat hujan.
Meski kondisinya memprihatinkan, makam ini tidak pernah sepi peziarah dari Kendal, Semarang, Temanggung, Pekalongan, hingga Tegal.
Puncak kunjungan terjadi setiap pasaran Kliwon saat warga datang untuk berdoa dan mengenang perjuangan Kiai Suropati.
Juru kunci makam, Kiai Suratman, menjelaskan bahwa Kiai Suropati merupakan utusan Kerajaan Mataram yang dikirim ke Batavia untuk melawan penjajah.
Menurutnya, setelah bertugas, kondisi fisik Kiai Suropati melemah sehingga menetap di wilayah Ketapang hingga akhirnya muksa.
Kiai Suratman mengaku sangat senang ketika Mahfud menyatakan komitmen memperbaiki seluruh bangunan makam.
“Kondisi makam sudah tidak layak dan atapnya banyak yang pecah,” ujarnya.
Ia mengatakan rehabilitasi ini menjadi berkah bagi para peziarah yang selama ini tetap berdatangan meski kondisi bangunan penuh risiko.
Mahfud Sodiq menyebut kunjungannya bukan sekadar ziarah, tetapi bentuk penghormatan kepada pejuang yang pernah mengorbankan hidupnya demi negeri.
Ia menegaskan bahwa menjaga makam para pejuang sama artinya dengan menjaga memori perjuangan yang makin jarang didengar generasi muda.
“Ini tanggung jawab moral kami untuk menjaga warisan sejarah,” tegasnya.
Mahfud menyampaikan bahwa seluruh material perbaikan telah ia siapkan mulai dari kayu baru, genteng baru, hingga bahan bangunan lain.
Saat ini pihaknya hanya menunggu tukang menyelesaikan pekerjaan sebelumnya sebelum memulai rehabilitasi.
Ia berharap perbaikan ini mampu memberi kenyamanan bagi para peziarah yang datang dari berbagai daerah.
Mahfud juga menekankan pentingnya merawat situs-situs sejarah lokal yang selama ini luput dari perhatian.
Menurutnya, banyak kisah perjuangan di Kendal yang tidak tercatat dalam buku sejarah dan hanya bertahan melalui cerita lisan.
“Kalau bangunan seperti ini dibiarkan hancur, maka ceritanya ikut hilang,” ujarnya.
Ia berharap rehabilitasi makam Kiai Suropati dapat membuka mata banyak pihak bahwa warisan sejarah di Kendal harus dijaga secara serius.
Dengan dimulainya rehabilitasi ini, makam Kiai Suropati dipastikan akan kembali kokoh dan aman bagi para peziarah dalam waktu dekat.
Masyarakat Ketapang menyambut baik langkah Mahfud karena renovasi ini dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan tokoh Mataram yang jejaknya masih hidup hingga kini.
Perbaikan makam diharapkan tidak hanya menjaga tempat suci itu tetap berdiri, tetapi juga menyalakan kembali kisah heroik yang lama tersembunyi di tengah sawah Ketapang. (bud)
Editor : Tasropi