Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Terendam Rob Dua Pekan, Warga Pesisir Pantai Ngebum Kendal: Kami Tak Butuh Beras, Hentikan Banjir Ini!

Budi Setiyawan • Senin, 17 November 2025 | 00:07 WIB

 

Terendam Rob Dua Pekan, Warga Pesisir Pantai Ngebum Kendal: Kami Tak Butuh Beras, Hentikan Banjir Ini!
Terendam Rob Dua Pekan, Warga Pesisir Pantai Ngebum Kendal: Kami Tak Butuh Beras, Hentikan Banjir Ini!

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Warga pesisir Pantai Ngebum, Desa Mororejo, Kaliwungu, kembali tenggelam dalam rob yang tak kunjung surut. 

Dua pekan penuh air rob membanjiri warga pagi dan sore. 

Air setinggi 50–60 sentimeter itu melumpuhkan aktivitas. 

Namun satu keluhan warga paling keras terdengar: mereka tidak butuh bantuan makanan. 

Mereka butuh pemerintah memperbaiki tanggul jebol.

Setiap dini hari, pukul 03.00, air mulai masuk ke rumah. Menjelang anak-anak bersiap sekolah, rob justru naik setinggi lutut orang dewasa. 

Aktivitas terhenti. Jalanan berubah menjadi kolam cokelat.

“Beras kami cukup. Yang tidak cukup itu kesabaran kami,” kata Sodiyah, 42, dengan suara bergetar. 

“Rob ini seperti hukuman harian. Anak-anak sampai bungkus sepatu dan pakaian sekolah dalam plastik. Mereka pakai lagi saat selesai melewati genangan,” jelasnya.

Orang dewasa juga begitu kalau mau kerja. “Kami ini hidup, bukan pindahan rumah setiap hari,” keluhnya.

Warga lain, Zumroh, 60, tak sanggup menahan emosi. Ia mengaku lebih takut pada lumpur sisa rob daripada air yang merendam rumahnya saban hari. 

“Setelah air rob turun, rumah kayak diserbu lumpur. Kotor semua. Lantai licin. Bau amis. Tapi kami tetap bersih-bersih tiap hari,” tuturnya.

Zumroh menegaskan, bantuan sembako bukan solusi. “Kalau hanya makan, kami bisa. Tapi kalau rob terus begini, kami tidak bisa hidup tenang,” paparnya.

Diakuinya Tanggul sebelah barat daya itu jebol. Hal itu menjadi akar masalahnya. “Perbaiki itu dulu. Jangan kirim beras. Kami butuh rob berhenti.”

Warga menilai lambatnya penanganan pemerintah membuat kondisi semakin parah. Mereka merasa terjebak di antara laut pasang dan janji penanganan yang tak kunjung nyata.

“Sudah dua minggu. Air naik terus. Tapi tanggul tetap dibiarkan seperti luka terbuka,” kata seorang warga lain, Muhammad Adro’i, 30. 

Warga tidak minta kemewahan. “Kami Hanya minta tidak terendam setiap hari,” tandasnya.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengaku telah meninjau banjir di Ngebum. Ia berencana turun kembali bersama OPD terkait untuk memetakan persoalan. 

“Kemarin hanya sekilas melihat kondisi. Kasihan warganya. Semoga besok ada solusi bersama,” ujarnya.

Namun bagi warga, janji bukan penahan air. Mereka menunggu tindakan cepat untuk menutup tanggul yang jebol. Tanpa itu, rob akan terus masuk. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #Pantai Ngebum #BANJIR #ROB