RADARSEMARANG.ID, KENDAL — Pencarian enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, resmi dihentikan.
Tim gabungan BPBD, Polres Kendal, TNI, Basarnas, dan relawan menutup operasi Kamis (6/11/2025) dini hari, setelah seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban terakhir, Nabila Yulian Dessi Pramesti (21), ditemukan Rabu (5/11) malam pukul 21.50 WIB di Kedung Jinontro, Dusun Blanten, Desa Banyuringin — sekitar 9,4 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Jenazahnya langsung dievakuasi ke RSUD Soewondo Kendal dan diserahkan kepada keluarga Kamis dini hari.
Sebelumnya, lima korban lain telah ditemukan lebih dulu. Mereka adalah Riska Amelia, Syifa Nadilah, Muhammad Labib Rizqi, Bima Pranawira, dan Muhammad Jibril Asyarafi.
Seluruhnya mahasiswa peserta KKN UIN Walisongo yang tengah menjalankan pengabdian di wilayah Kecamatan Singorojo.
Kapolres Kendal AKBP Hendry Sianipar menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi ini.
“Operasi pencarian resmi kami tutup setelah seluruh korban ditemukan. Pemantauan sungai tetap dilakukan bersama warga untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistiyo menegaskan seluruh unsur SAR telah ditarik ke pos induk.
“Total 114 personel terlibat di lapangan, mereka bekerja dengan semangat kemanusiaan hingga korban terakhir ditemukan,” katanya.
Selain operasi pencarian, Polres Kendal juga menurunkan tim trauma healing bagi keluarga korban dan sembilan mahasiswa KKN lain yang selamat dari insiden tersebut.
Kejadian bermula Selasa (4/11) siang. Sebanyak 15 mahasiswa KKN bermain air di kawasan Tubing Genting Jolinggo.
Arus yang semula tenang tiba-tiba berubah deras akibat hujan deras di hulu sungai dan menghanyutkan enam orang.
BPBD Kendal dalam laporan resminya menyebut operasi dinyatakan selesai dengan pesan penutup:
“Dengan ditemukannya korban keenam, Operasi Pencarian Laka Air di Sungai Jolinggo resmi ditutup. Salam tangguh, salam kemanusiaan, siap untuk selamat.” (bud)
Editor : Tasropi