Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

5 Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Tewas dalam Tragedi Tubing di Kendal, 1 Mahasiswi Belum Ditemukan

Budi Setiyawan • Rabu, 5 November 2025 | 19:26 WIB
encarian enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang hanyut di kawasan Tubing Jalinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, terus berlanjut hingga Rabu (5/11/2025).
encarian enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang hanyut di kawasan Tubing Jalinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, terus berlanjut hingga Rabu (5/11/2025).

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Pencarian enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang hanyut di kawasan Tubing Jalinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, terus berlanjut hingga Rabu (5/11/2025).

Dua jasad tambahan berhasil ditemukan hari ini dalam kondisi tak bernyawa. Keduanya diketahui bernama Bima Pranawira dan M. Jibril Assyarofi 

Bima ditemukan lebih dulu di tepian Sungai Jalinggo, sementara Jibril ditemukan tak jauh dari area tubing.

Keduanya langsung dievakuasi ke Puskesmas Singorojo untuk visum, sebelum dibawa ke RSUD dr. Soewondo Kendal untuk disemayamkan.

“Sampai sejauh ini sudah lima dari enam mahasiswa UIN Walisongo yang hanyut di Tubing Jalinggo telah ditemukan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, kepada Radar Semarang.

Tragedi yang mengguncang dunia pendidikan itu terjadi pada Selasa (4/11) siang. Awalnya, ada 15 mahasiswa KKN yang bermain air di aliran Sungai Jalinggo.

Namun, enam orang terseret arus deras setelah banjir kiriman datang tiba-tiba dari wilayah atas.

Tiga korban pertama ditemukan sore hari pascakejadian, masing-masing bernama Syifa Nadhilah (Pemalang), M. Labib Rizqi (Pekalongan), dan Riska Amelia (Pemalang).

Kini, penemuan jasad Bima dan Jibril menambah daftar korban meninggal menjadi lima orang.

Koordinator Lapangan Satgas BPBD Kendal, Ahma Garlih, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 14.00.

“Awalnya ada 15 mahasiswa main di Tubing Jalinggo, tidak tahu kalau dari atas hujan deras. Air bah datang tiba-tiba dan menghanyutkan enam orang — tiga laki-laki dan tiga perempuan,” jelasnya.

Baca Juga: Arus Makin Deras, Pencarian Mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang Hanyut di Sungai Jalinggo Kendal Dilanjutkan Besok

Menurutnya, pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi tiga regu:

satu menyisir area tubing, satu di wilayah Desa Banyuringin, dan satu lagi di sekitar Jembatan Singorojo.

Hingga siang ini, tim gabungan dari BPBD Kendal, Basarnas Semarang, PMI, FRPB, dan relawan masyarakat masih berjaga di sepanjang aliran sungai.

Mereka terus memantau kemungkinan munculnya korban terakhir, Nabila Yulian Desi Pramesti, mahasiswi Prodi Hukum Keluarga Islam, yang hingga kini belum ditemukan.

 Baca Juga: Ini Identitas 6 Mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang Hanyut di Tubing Jalinggo Kendal

BPBD Kendal juga mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sungai saat curah hujan tinggi, mengingat potensi banjir bandang masih besar.

Keenam mahasiswa KKN tersebut diketahui terdiri dari:

 • Nabila Yulian Desi Pramesti

 • M. Labib Rizqi

 • Syifa Nadhilah

 • Riska Amelia

 • M. Jibril Assyarofi

 • Bima Pranawira

Lima sudah ditemukan, satu masih dicari.

Sebuah tragedi yang menyisakan duka mendalam — bukan hanya bagi keluarga korban, tapi juga seluruh civitas akademika UIN Walisongo. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
#UIN Walisongo Semarang #MAHASISWA #Hanyut