RADARSEMARANG.ID, Kendal — Anggota Komisi D DPRD Kendal, Rizky Aritonang, menyoroti keterlambatan pencairan honor bagi para seniman yang tampil dalam perayaan HUT RI ke-80 di Kabupaten Kendal.
Ia mengaku prihatin karena hingga kini para seniman belum menerima honor dari kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kendal.
Padahal, acara karnaval tingkat kecamatan itu sudah selesai sejak Agustus lalu.
Tidak hanya karnaval di tiap kecamatan, para seniman Kendal juga tampil mewakili daerah dalam Karnaval HUT Jateng 2025.
“Di balik meriahnya acara karnaval, ternyata menyisakan kesedihan mendalam bagi para seniman,” tuturnya, Senin (13/10/2025).
“Padahal mereka sangat antusias tampil di kedua acara tersebut.”
Politisi Partai Gerindra itu mengungkap, banyak kelompok seniman bahkan sampai nalangi dulu biaya konsumsi, sewa kostum, rapat koordinasi, latihan, dan keperluan lainnya.
Menurutnya, anggaran kegiatan tersebut seharusnya sudah bisa dicairkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal selaku pengguna anggaran.
Namun hingga kini belum ada realisasi pembayaran.
“Saat rapat Komisi D, sudah saya tanyakan langsung ke Disdikbud,” jelasnya.
“Katanya masih terkendala pencairan di BPKAD.”
Rizky mendesak agar persoalan ini segera diselesaikan karena menyangkut hak para pelaku seni.
“Mohon kepada Disdikbud agar ini didahulukan,” tegasnya.
“Kasihan para seniman Kendal yang sudah bekerja keras dan tampil maksimal, tapi belum mendapatkan penghargaan.”
Ia menambahkan, teman-teman kesenian seharusnya diperhatikan dan dirawat, bukan hanya dibutuhkan ketika acara berlangsung.
“Jangan hanya dibutuhkan ketika butuh saja, lalu diabaikan ketika sudah tidak dibutuhkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemkab Kendal seharusnya bisa menghargai kontribusi para seniman yang membawa nama kesenian khas asli Kendal.
Sementara itu, Deni Setiawan, perwakilan seniman dari Kecamatan Ringinarum, membenarkan honor untuk para seniman belum cair.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mendatangi Disdikbud untuk menanyakan kejelasan pembayaran honor tersebut.
“Katanya masih dalam proses di bagian keuangan, tapi sampai sekarang belum dicairkan,” ujarnya.
Menurut Deni, kegiatan karnaval di kecamatan dilaksanakan pada 20 Agustus lalu.
Sedangkan karnaval tingkat provinsi digelar pada 22 Agustus.
Namun hingga pertengahan Oktober ini, belum ada kejelasan soal honor dari kedua kegiatan itu.
“Untuk HUT RI di kecamatan, anggarannya Rp6 juta per kelompok seniman,” terangnya.
Sedangkan untuk kegiatan HUT Jateng, besaran honornya belum ada kepastian.
“Kami mohon jangan dipersulit, kasihan teman-teman seniman yang sudah berkorban,” pintanya.
Rizky berharap Pemkab Kendal, melalui Disdikbud Kendal, segera mencarikan solusi agar proses pencairan bisa cepat dan tuntas.
“Ini soal keadilan dan penghargaan bagi pelaku seni yang telah berkontribusi dalam memeriahkan HUT RI,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Disdikbud Kendal belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal pasti pencairan honor tersebut. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi