RADARSEMARANG.ID, Kendal – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya soal gizi, tapi juga keamanan pangan.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kendal, Muhammad Faris Maulana, meminta semua dapur MBG untuk waspada.
“Jangan main-main, tingkatkan kebersihan, semua makanan wajib dicicipi sebelum diporsikan,” tegas Faris.
Peringatan keras ini muncul setelah maraknya kasus keracunan MBG di sejumlah daerah.
Kendal tak mau kecolongan sehingga BGN bersama Dinas Kesehatan menggelar pelatihan keamanan pangan.
Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai dari pimpinan dapur, ahli gizi, hingga petugas pemorsian ikut dilibatkan.
“Setiap dapur harus punya sertifikat SLHS sebagai bukti layak operasi, kalau tidak lolos maka dapurnya tidak boleh jalan,” jelas Faris.
Saat ini baru ada 25 dapur MBG yang beroperasi di Kendal dengan tambahan 5 dapur segera menyusul.
Padahal target totalnya 93 titik yang harus terpenuhi agar semua anak sekolah mendapat jatah MBG.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kendal, Parno, mengingatkan agar higienitas dapur selalu dijaga.
Ia menegaskan gizi makanan harus diperhatikan dan keracunan tidak boleh terjadi di Kendal.
“Kalau target 93 titik tidak tercapai, kasihan karena masih ada anak-anak yang belum dapat jatah MBG,” pungkasnya. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi