RADARSEMARANG.ID, Kendal – Malam mencekam terjadi di Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kendal.
Ratusan warga menggelar aksi demonstrasi menolak tambang galian C yang izinnya diduga keluar lewat rekomendasi BPD dan Kepala Desa.
Aksi dimulai dengan deklarasi Tegas Menolak Galian C di depan SDN 1 Tunggulsari pada Kamis (18/9) malam.
Massa kemudian berjalan kaki sejauh dua kilometer menuju rumah Ketua BPD Nasirrudin.
Awalnya warga hanya ditemui istri Ketua BPD, namun setelah didesak, Nasirrudin akhirnya datang.
Warga langsung meminta pertanggungjawaban dan menekan agar ia mundur dari jabatannya.
Desakan itu dikabulkan. Nasirrudin menyatakan siap mundur dari jabatan Ketua BPD.
Tak berhenti di situ, massa bergerak ke rumah Kepala Desa.
Namun sang kades tak berada di rumah. Hanya istri yang diam-diam menemui massa. Massa kemudian menuju rumah Ketua Karang Taruna. Hasilnya sama, ia tidak ada di rumah.
Koordinator Aliansi Peduli Lingkungan Desa Tunggulsari, M. Fariz Ahkam, menyebut tuntutan warga jelas.
“Kami menolak galian C, mengusut tuntas keluarnya izin, dan mendesak Kepala Desa serta Ketua BPD mundur,” tegasnya.
Warga mengancam akan melanjutkan aksi lebih besar dengan tiga tuntutan utama.
Hentikan aktivitas galian C, usut tuntas proses izin, dan lengserkan Kepala Desa Tunggulsari. (bud)