RADARSEMARANG.ID, Kendal - Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) 56 Kendal di Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, terpaksa belajar di ruang kelas sempit karena keterbatasan lahan sekolah.
Minimnya ruang membuat pihak sekolah mengubah perpustakaan dan aula menjadi kelas, meski kondisi tersebut jauh dari standar.
Kepala MI 56 Kendal, Muhammad Muhaimin, mengatakan sekolah yang berada di tengah perkampungan itu menampung 721 siswa dengan 24 kelas.
Karena gedung terbatas, sejumlah bangunan terpaksa disekat dan sebagian bahkan berdampingan dengan rumah warga.
“Dengan kondisi tersebut, ruang kelas menjadi sempit dan tidak standar. Bahkan ada lima gedung sekolah yang terpisah dan berdampingan dengan rumah warga, sehingga perlu ekstra pengawasan terhadap siswa,” jelasnya, Jumat (5/9/2025).
Muhaimin berharap pemerintah turun tangan memberikan bantuan, baik melalui rehab maupun pembangunan ruang kelas baru.
Menurutnya, jika hanya mengandalkan dukungan wali murid, butuh waktu lama karena kondisi ekonomi masyarakat.
“MI 56 Kendal sudah banyak menorehkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Dengan banyaknya prestasi tersebut, kami berharap pemerintah ikut membantu, misalnya dengan membangun gedung bertingkat agar siswa bisa tertampung,” tambahnya.
Pengawas Madrasah Ibtidaiyah Kemenag Kendal, Sutrisno, mengakui MI 56 menjadi pilihan banyak orang tua meski lokasinya berdekatan dengan sekolah dasar lain.
Ia berharap pemerintah segera mengalokasikan bantuan ruang kelas baru.
“Tahun ini sebenarnya hampir mendapat bantuan, bahkan sudah dua kali disurvei, tapi akhirnya gagal. Harapan kami tahun depan pemerintah bisa mengalokasikan bantuan rehab atau ruang kelas baru untuk MI 56 Kendal,” pungkasnya. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi