RADARSEMARANG.ID, Kendal – Baru saja pulang dari luar negeri, Juriah malah mendapati rumahnya di Desa Gedong, Patean, Kemdal rata dengan tanah dilalap api.
Diduga, tungku api yang lupa dipadamkan saat ditinggal justru memicu kebakaran hebat.
Warga sekitar panik, air berember yang diguyurkan sudah tak mampu membendung kobaran api.
Api sudah terlalu besar sebelum mobil damkar tiba 20 menit kemudian.
Satu rumah habis tanpa sisa, tak ada barang yang berhasil diselamatkan.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, bergerak cepat meninjau langsung lokasi kebakaran.
Tak datang dengan tangan kosong, Bupati menyerahkan bantuan logistik, sembako, uang tunai, dan dokumen kependudukan yang hangus terbakar.
Tak hanya itu, rumah korban akan dibangun kembali oleh Baznas Kendal sesuai instruksi Bupati.
“Saya ingin korban tetap kuat dan tidak kehilangan harapan. Pemerintah akan hadir sampai tuntas,” tegasnya.
Kepala Desa Gedong, Suwarno, menyebut ini kebakaran terparah yang pernah terjadi di wilayahnya.
Kini proses penghitungan biaya pembangunan rumah sedang dilakukan agar segera dimulai.
Warga sekitar pun turut gotong royong membantu pemulihan korban.
Juriah, seorang warga yang baru pulang dari luar negeri. Rumahnya yang baru saja direhab hangus dilalap api sekitar pukul 10.00 WIB.
Penyebab kebakaran diduga berasal dari tungku api di dapur yang lupa dimatikan saat rumah dalam keadaan kosong.
Api cepat membesar dan meluluhlantakkan seluruh bangunan sebelum bantuan pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Warga sekitar sempat berusaha memadamkan api, namun gagal karena kobaran sudah terlalu besar.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, langsung meninjau lokasi kejadian beberapa jam setelah insiden terjadi.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati memberikan bantuan logistik, sembako, uang tunai, serta dokumen kependudukan yang telah diperbarui.
Ia juga menyampaikan komitmen untuk membiayai pembangunan kembali rumah korban melalui Baznas Kabupaten Kendal.
“Pemerintah hadir bukan hanya memberi bantuan, tapi juga semangat agar korban bisa bangkit,” ujar Bupati Dyah saat menyerahkan bantuan.
Hingga berita ini diturunkan, proses penghitungan anggaran pembangunan rumah tengah dilakukan Baznas Kendal.
Bupati berharap pembangunan dapat segera dimulai agar Juriah dan keluarganya kembali memiliki tempat tinggal yang layak. (bud)