RADARSEMARANG.ID, Semarang — Keluarga Oshima Yukari tiba di RS Polri sekita pukul 21.45 WIB.
Ibunda Oshima Ima Susanti tampak tak kuasa menahan tangis ketika turun dari pintu tengah mobil berkelir putih yang mengantarkannya ke RS Polri.
Diketahui, Ima baru saja mendarat dari luar negeri untuk menjemput jenazah putrinya.
Dia tampak mengenakan pakaian bernuansa hitam.
Ima yang didampingi sejumlah kerabatnya langsung diarahkan masuk ke Rumah Duka A untuk bertemu dengan pihak RS Polri.
Pertemuan itu dalam rangka penyerahan akta kematian mediang Oshima Yukari.
Tangis Ima semakin menjadi dalam ruangan itu. Sejumlah keluarga tampak berupaya menenangkan Ima sembari memengang tangan dan merangkulnya.
Kerabat serta sejawat mediang Osima Yukari juga terlihat di lokasi. Mereka turut mendampingi pengambilan jenazah Osima malam ini.
Jenazah Oshima Yukari (29), Pramugari BBN Airlines korban kebakaran Glodok Plaza, Jakarta Barat telah dibawa ke Kendal, Jawa Tengah untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Sebelum dibawa ke Kendal, jenazah sempat diserah terimakan dari Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri ke keluarga, yakni ibundanya Ima Susanti.
Penyerahan jenazah dilakukan di depan ruang Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur pada Sabtu (25/1) Sekitar pukul 21.52 WIB.
Sementara itu, Edi Sunarsono ayah Oshima Yukari sebelumnya menyatakan sudah mempersiapkan berbagai keperluan untuk pemakaman, termasuk lokasi peristirahatan terakhir di pemakaman umum Desa Bangunsari, Patebon, Kabupaten Kendal.
Ayah Oshima Yukari, Edi Sunarsono adalah seorang sutradara ketoprak di Kendal.
Pria yang akrab disapa Soni ini juga Ketua Bidang Produksi Dewan Kesenian Kendal.
Meskipun merasakan duka yang mendalam, Edi mengaku ikhlas melepas kepergian putrinya.
"Semua sudah diatur oleh Tuhan," ujarnya.
Suasana haru tampak menyelimuti pihak keluarga ketika penyerahan jenazah Oshima Yukari yang teridentifikasi berdasar pencocokan data DNA antemortem dengan postmortem.
Mereka tidak menyangka Oshima Yukari meninggal dunia ketika menghadiri perayaan ulang tahun seorang teman perempuannya di Glodok Plaza pada Rabu (15/1/2025) malam.
Bahkan ibunda Oshima Yukari, Ima Susanti yang baru tiba dari luar negeri tidak kuasa menahan tangis sejak tiba di ruang Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Kramat Jati.
Tangisnya sudah pecah sejak dia turun dari mobil, berulang kali Ima menyeka air mata karena tidak kuat menahan sedih selama proses penyerahan jenazah sang putri Oshima.
Pihak keluarga dan sahabat Oshima yang hadir di RS Polri Kramat Jati tampak berupaya menenangkan Ima agar tidak larut dalam duka, namun Ima tak kuasa membendung tangis.
Langkahnya gontai sehingga harus dipapah ketika berjalan masuk ke dalam mobil jenazah RS Polri Kramat Jati lalu melihat peti jenazah bertuliskan nama lengkap sang putri.
Sebelum masuk ke dalam mobil RS Polri Kramat Jati, Ima Susanti bahkan sempat menghentikan langkahnya beberapa saat berdiri meratapi peti jenazah Oshima Yukari.
Jenazah Oshima sebelumnya teridentifikasi pada Jumat (24/1), selain Oshima terdapat dua korban kebakaran Glodok Plaza lain yang dinyatakan teridentifikasi.
Rupanya usai sang ibu mewujudkan permintaan terakhir Oshima Yukari, jenazah pramugari tersebut langsung teridentifikasi.
Lantas apa permintaan terakhir Ohsima Yukari
Inilah permintaan terakhir Pramugari BBN Airlines, Oshima Yukari yang diwujudkan ibunya.
Ia ingin memotong kambing hingga bagi kipas dan sembako ke para tetangga.
Pramugari korban kebakaran Glodok Plaza, Oshima Yukari rupanya sempat menyampaikan keinginan terakhir sebelum meninggal dunia.
Keinginan itu disampaikan oleh Oshima Yukari kepada ibunya, Ima Susanti.
Sebelum jenazah putrinya teridentifikasi, Ima Susanti masih yakin Oshima Yukari masih bisa kembali dalam keadaan selamat.
Ia bahkan mengabulkan satu persatu permintaan putri pertamanya itu.
Menurut Ima Susanti, Oshima Yukari punya keinginan untuk menyembelih kambing dan makan bersama tetangganya.
Oshima Yukari juga ingin memberikan hadiah kipas dan bingkisan sembako kepada tetangga.
Sang ibu pun berusaha memenuhi keinginan sang anak.
"Asalamu'Alaikum..Mb Osima Yukari Ibumu Masih Berusaha Memberi Apapun Yang Kamu Mintak.. Dari Menyembelih Kambing Di Makan Bersama Tetangga2..Memberi Hadiah Kipas & Memberi Bingkisan Sembako..," tulis Ima Susanti di akun media sosialnya.
Baca Juga: Aplikasi Terbaru Ruang GTK Pengganti PMM Platform Merdeka Mengajar, Tenaga Pendidik Wajib Tahu
Tak hanya itu, untuk mendoakan agar Oshima Yukari segera pulang ke rumah, ia juga membagikan sembako dan kipas angin kepada para tetangganya.
"Nanti Sore Ibu2 Tetangga Datang Utk Makan2 Pulang Di Kasih Kipas Angin Total lebih dari 40 mb & Malamnya Bapak2 Datang UTK Makan2 Pulang Di Kasih Bingkisan Sembako & Amplop..," tulisnya lagi.
Ia melakukan itu dengan harapan putrinya bisa segera pulang dengan selamat.
"Semua Ibu Lakukan Krn Kasih Sayang Ibumu Utk Km Mb Osima Yukari & Pulanglah Dengan Selamat Ya Mb..Aamiin," tulisnya.
Ternyata doa Ima Susanti pun terkabul, Oshima Yukari akhirnya pulang ke kampung halamannya.
Namun sang putri pulang sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Meski begitu, Ima Susanti mengaku ikhlas dengan kepergian sang putri.
"Innalilahi Wainnailaihi Rojiun..Mb Osima Yukari Sudah Di ketemukan...
Mskpn Harapan Saya Anak Masih Hidup...Tp ALLAH Lebih Sayang Sama ..
Mb Osima..Ibu Ikhlas...Ibu Sangat Sayang Kamu Mb..Ibu Sangat Bangga Punya Anak kamu...
Mb Osima..Semoga Kamu Masuk Syurganya ALLAH..
Amiin ..," tulisnya lagi.
Jenazah Oshima Yukari diterbangkan dari Jakarta ke kampung halamannya di Kendal.
"Nanti akan saya makamkan di pemakaman umum Desa Bangunsari, Patebon," kata sang ayah, Edi Sunarsono. (fal/bas)
Editor : Baskoro Septiadi