Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Capai Rp 141 Triliun Investasi, KEK Kendal Buktikan Multiplier Effect Pada Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Radar Semarang • Senin, 4 November 2024 | 21:51 WIB
Penandatanganan MoU antara Juliani Kusumaningrum selaku Head of Sales & Marketing KIK dan Wang Xianning, Vice President ZC Rubber dari China.
Penandatanganan MoU antara Juliani Kusumaningrum selaku Head of Sales & Marketing KIK dan Wang Xianning, Vice President ZC Rubber dari China.

RADARSEMARANG.ID, KENDAL - Kuartal-III tahun 2024, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal telah melampaui target investasi yang ditetapkan pemerintah untuk tahun ini.

Dengan capaian sebesar 227% dari target, KEK Kendal berhasil menarik investasi sebesar Rp 40,2 triliun, jauh melampaui target pemerintah yang hanya sebesar Rp 17,7 triliun.

Pencapaian luar biasa ini didorong oleh kehadiran 18 perusahaan baru yang berinvestasi di kawasan tersebut sepanjang tahun.

Selain prestasi di bidang investasi, KEK Kendal juga berhasil memenuhi dan bahkan melampaui target penciptaan lapangan kerja.

Dari target penyerapan 15.100 tenaga kerja, kawasan ini berhasil menyerap 17.353 pekerja, atau sekitar 115% dari target yang ditetapkan.

Realisasi penyerapan tenaga kerja ini menjadi pencapaian penting bagi KEK Kendal karena berkontribusi positif terhadap perekonomian lokal.

Dengan pencapaian investasi dan tenaga kerja yang signifikan di tahun ini, akumulasi capaian KEK Kendal selama lima tahun beroperasi sebagai Kawasan Ekonomi Khusus terus meningkat.

Prestasi ini menunjukkan efektivitas kawasan tersebut dalam menarik investasi dan membuka lapangan kerja, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

 Baca Juga: Kepercayaan dan Akuntabilitas sebagai Pilar Kerja Sama LPTK UIN Salatiga dan Kabupaten Purworejo

Dengan ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus pada Desember 2019 lalu, kawasan ini menunjukan performa yang sangat baik.

Juliani Kusumaningrum selaku Head of Sales & Marketing mengungkapkan berbagai perkembangan yang terjadi pada Kawasannya setelah menjadi KEK.

"Sangat terlihat perkembangan yang signifikan sesudah kami menjadi KEK. Pertumbuhan amat begitu pesat baik dari jumlah tenant, penyerapan tenaga kerja, total investasi terserap, dan nilai ekspor meningkat lebih dari 100% dari sebelum menjadi KEK. Multiplier effect dari pemberian status Kawasan Ekonomi Khusus ini terlihat begitu nyata.”

Hingga saat ini, sudah ada 116 pelaku usaha yang berasal dari berbagai negara. Jumlah ini meningkat sebanyak 139% dari sebelum menjadi KEK.

Total investasi yang terserap juga cukup fantastis, nilainya mencapai Rp 141.7 Triliun, yang mana di tahun 2018 nilai investasi yang tercatat baru mencapai Rp 4.9 Triliun.

Peningkatan ini juga berimbas pada jumlah tenaga kerja yang terserap di Kawasan Industri Kendal.

Baca Juga: Pabrik Anoda Baterai Litium di KEK Kendal Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Saat sebelum menjadi KEK, hanya ada sekitar 2000 tenaga kerja, namun dari jumlah pelaku usaha saat ini, terdapat 61,702 tenaga kerja terserap.

Tercatat bahwa baru-baru ini telah bergabung salah satu Perusahaan Achor asal China yang juga merupakan Perusahaan No-1 di bidang sport apparel.

Perusahaan ini akan menjadi yang terbesar di Kawasan dan menyerap hingga lebih dari 5000 tenaga kerja.

Kawasan ini sendiri sudah berdiri sejak tahun 2016 sebagai salah satu PSN sekaligus proyek joint venture antara dua developer industri terkemuka di Asia Tenggara yaitu PT Jababeka Tbk asal Indonesia dan Sembcorp Ltd asal Singapura.

Keberadaan KIK sejak awal ditujukan untuk menjadi menyumpang pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kabupaten Kendal dan Provinsi Jawa Tengah.

Terbukti, beberapa dampak positif yang terjadi dari tumbuhnya Kawasan Industri Kendal. Seperti diantaranya, investasi di Kabupaten Kendal tumbuh sekitar 340% yang berimbas pada pertumbuhan penyerapan tenaga kerja.

Keberadaan KEK Kendal juga turut menyumbang angka pertumbuhan dari luas lahan industri dan infrastruktur di Jawa Tengah. Pertumbuhan juga terjadi pada meningkatnya jumlah perumahan, perbankan, dan pusat FnB di sekitar Kendal dan Jawa Tengah.

 Baca Juga: Jalin dan Bank UMKM Jatim Bermitra untuk Percepat Transformasi Digital Perbankan Daerah

Salah satu yang mendorong pertumbuhan di Kawasan Industri Kendal ini adalah fasilitas fiskal yang dimiliki oleh Kawasan Ekonomi Khusus. Investor atau pelaku usaha di KEK Kendal dapat menikmati pengurangan PPh Badan yaitu berupa Tax Holiday dan Tax Allowance, bebas PPN, serta pembebasan bea masuk dan pajak impor.

Fasilitas non fiskal seperti kemudahan perizinan juga menjadi faktor para perusahaan asing dan lokal memilih berinvestasi di KEK Kendal.

Juliani juga menjelaskan bahwa ada hal lainnya yang tidak kalah penting, yaitu dukungan dari berbagai pihak.

“Tentunya kami tidak dapat mencapai pencapaian ini sendiri, dibutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak. Dalam hal ini kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat yang terus mendukung perkembangan Kawasan Industri Kendal selama delapan tahun ini.” (*)

Editor : Tasropi
#Pertumbuhan Ekonomi #Investasi #KEK Kendal