Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Diduga Depresi, Pemuda di Boja Kendal Nekat Gantung Diri, Begini Kronologinya

Devi Khofifatur Rizqi • Rabu, 18 September 2024 | 23:22 WIB
Ilustrasi bunuh diri. (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Ilustrasi bunuh diri. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Seorang pemuda berusia 28 tahun warga Desa Ngabean ditemukan gantung diri di rumahnya menggunakan sarung, pada Rabu (18/9) sekitar pukul 09.00 WIB.

Diketahui, korban berinisial EFR ini kali pertama ditemukan orang tuanya yang saat itu mencari keberadaan anaknya.

Padahal, sebelumnya korban sempat bersama ayahnya pada Rabu pagi untuk berkunjung ke Desa Salamsari setelah diundang istri korban untuk bermusyawarah.

Dalam musyawarah keluarga berencana membawa korban EFR berobat ke Pedurungan.

“Jadi awalnya orangtua korban diminta datang ke rumah istri korban di Desa Salamsari untuk musyawarah," kata Kapolsek Boja AKP Sariyanto.

"Musyarah itu karena dalam sebulan terakhir ini korban mengalami halusinasi dikejar-kejar orang banyak dan hendak dikeroyok," terangnya.

Dijelaskan, saat hendak pulang ke Ngabean Boja, korban juga ikut ke rumah orangtanya. Orangtua korban lalu bersiap untuk berjualan dan ditunggu Korban.

Lalu diketahui korban hendak merokok dan meminjam korek api kepada ayahnya.

"Korban waktu itu masih di dapur dan ayah korban keluar. Selang 15 menit ayahnya mencari Korban dan mendapati korban telah meninggal dunia gantung diri diruang shokat dengan menggunakan sarung," imbuh kapolsek.

Ayah korban lalu meminta tolong dan melaporkan kejadian ke Polsek Boja.

Tim medis pukesmas Boja 2, Polsek boja dan koramil Boja tiba di TKP untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Hasil pemeriksaan tim medis, bahwa korban saat diperiksa dalam keadaan meninggal dunia.

"Setelah diperiksa keluar air kencing dari kemaluan korban dan tidak ditemukan bekas atau tanda tanda kekerasan di tubuh korban," kata AKP Sariyanto.

Diduga korban melakukan gantung diri karena mengalami depresi.

Hal itu turut dikuatkan oleh keterangan orang tua korban lantaran setahun yang lalu korban pernah berobat ke poli Jiwa RSUD Soewondo Kendal.

Lalu satu bulan terakhir ini korban merasa ketakutan atau berhalusinasi. Karena merasa hendak dikeroyok orang banyak.

"Usai pemeriksaan lalu jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk selanjutnya dikebumikan," tandas Kapolsek Boja. (dev/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Gantung Diri #bunuh diri kendal