RADARSEMARANG.ID, Kendal - Siswa kursus bahasa mandarin dikejutkan dengan penemuan mayat gurunya di Perumahan Delta Asri 7, Desa Magelung, Kaliwungu Selatan, Ke dal Jumat (6/9) malam.
Kejadian bermula saat saat siswa kursus tersebut datang ke rumah korban dan melihat pintu rumah masih tertutup.
Padahal, biasanya korban selalu tepat waktu mengajar pukul 19.00 WIB.
"Lalu siswa itu menelpon gurunya. Pas sudah coba ditelpon hanya berdering dan terdengar tetapi tidak diangkat. Lalu setelah temannya datang mencoba masuk melihat korban sudah terkapar," terang Kapolsek Kaliwungu AKP Edi Sukamto Nyoto saat dikonfirmasi.
Selanjutnya, siswa kursus bahasa Mandarin tersebut meminta tolong kepada tetangga korban untuk mengecek kondisinya.
Korban diketahui bernama Phoa Fendi Santoso, berusia 28 tahun, warga Pedurungan, Kota Semarang.
Korban yang tinggal sendirian ini diduga mengakhiri hidupnya, dengan cara menembakan senjata angin ke dadanya.
"Nah siswa ini mengetahui korban meninggal dunia, kemudian melaporkan ke polisi," jelas Kapolsek.
Polisi yang datang ke lokasi kejadian menemukan, adanya senjata angin laras panjang berada tidak jauh dari tubuh korban.
Usai dicek, ternyata di dada korban terlihat luka dan berdarah diduga akibat terkena tembakan senjata angin tersebut.
"Memang ada senjata angin laras panjing di samping tubuh korban," kata Edi Sukamto.
Tak hanya itu, petugas kepolisian juga menemukan surat wasiat yang dibuat oleh korban Phoa Fendi Santoso yang ditulis tangan dan rapi.
Dalam surat wasiatnya, tertulis jika korban melakukan hal ini (bunuh diri) untuk bertemu dengan orangtuanya yang sudah meninggal dunia.
Tidak hanya itu dalam surat wasiat juga dituliskan harta yang dimiliki korban sepenuhnya diserahkan untuk gereja yang ada di wilayah Tlogosari Kota Semarang.
“Dari surat wasiat yang ditulis korban, ingin dikremasi dan abunya dilarung di Pantai Marina Semarang seperti kedua orangtuanya,” terang AKP Edi Sukamto Nyoto.
Dalam kejadian ini, korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara menembakan senjata angina ke dadanya.
Posisi senjata diletakan di kursi, dengan pelatuk diikat kabel charing lalu ditarik mengenai dada korban.
"Dugaannya memang bunuh diri. Yakni korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara menembakan senjata angina ke dadanya," tambah Kapolsek.
Sementara itu tetangga korban, Juwahir, mengaku sempat mendengar letusan senjata tetapi tidak terlalu keras. Kemudian, dia mengecek ke depan rumah dan sudah ramai kerumunan.
"Saya dengar bunyi letusan senjata api tetapi kecil tidak keras, lalu saya kaget kok ramai depan rumah Fendi,” terang Juwahir tetangga korban.
Juwahir menambahkan, di lingkungan perumahan korban jarang bergaul dengan tetangganya. Namun, perumahan tersebut korban membuka kursus bahasa mandarin.
"Jarang bergaul sama tetangga. Cuma buka kursus bahasa Mandarin saja," tambah Juwahir.
Petugas Inafis Polres Kendal yang datang ke TKP langsung mengamankan sejumlah barang milik korban dan senjata angin yang digunakan untuk menembak korban.
Termasuk, dua surat wasiat yang tergeletak di samping korban dan koper yang sudah disiapkan korban.
Jenasah kemudian di bawa ke RSUD Soewondo Kendal. Sementara pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Kasusnya saat ini dalam penanganan Polsek Kaliwungu dan Polres Kendal. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi