Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ironi Dico Ganinduto di Pilkada 2024, Termakan Ambisi ke Puncak Hingga Terancam Tak Punya Panggung

Muhammad Iqbal Amar • Senin, 2 September 2024 | 23:03 WIB
Bupati Kendal, Dico M Ganinduto saat konser di Pekan Raya Kendal berpamitan dengan Warga Kendal. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/JAWA POS RADAR SEMARANG
Bupati Kendal, Dico M Ganinduto saat konser di Pekan Raya Kendal berpamitan dengan Warga Kendal. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID - Sosok Dico Ganinduto memang cukup menarik. Terutama sepak terjangnya dalam kontestasi Pilkada 2024.

Bisa dikatakan, Bupati Kendal periode 2021-2024 karir politiknya cukup mentereng dan melesat berkat popularitasnya.

Belakangan ini, sejak menjelang Pilkada 2024 memang dirinya santer bermanuver untuk mengincar kursi Jateng 1.

Salah satunya dengan cara menampangkan wajahnya di papan reklame dan baliho-baliho hampir di semua wilayah Jawa Tengah.

Bahkan politisi partai Golkar itu digadang-gadang menjadi sosok potensial politisi muda yang mampu menggebrak perpolitikan di Jawa Tengah.

Namun, ambisinya untuk bertarung di Pilgub Jateng pupus usai Partai Golkar memberikan rekomendasi kepada mantan Kapolda Jateng Ahmad Luthfi yang akan berpasangan dengan Taj Yasin.

Tak cukup itu, Dico Ganinduto mencari peruntungan di Kota Atlas, Ibukota Jawa Tengah.

Alih-alih mendapatkan simpati dan kepercayaan publik, justru tak sedikit masyarakat Kota Semarang dibuat geram dengan perkataan Dico yang menyebut Kota Semarang tertinggal dibanding kota besar lainnya.

Meski begitu, sejumlah pengamat manganggap hal tersebut wajar dan merupakan strategi cek ombak dari Dico Sendiri untuk melihat respon masyarakatnya seperti apa terhadap dirinya.

Lagi-lagi hal yang sama juga menimpanya ketika membidik Jateng 1. Ia tak direstui dan justru rekomendasi Golkar jatuh kepada pasangan Yoyok Sukawi-Joko Santoso.

Sudah jelas gagal membidik Pilgub Jateng dan Pilwalkot Kota Semarang, dirinya berniat kembali ke ke Kendal yang sebelumnya dirinya tak tertarik untuk melanjutkan dua periode dan justru menuruti ambisi yang sebenarnya belum saatnya atau terlalu dini ia membidik Pilgub.

Lagi-lagi dirinya tak mendapatkan rekomendasi dari partai berlambang pohon beringin itu. Tapi Rekom Partai Golkar justru sudah turun kepada Mirna Annisa-Urike Hidayat.

Tak mau menyerah, dirinya bermanuver menggunakan PKB sebagai kendaraan politik.

Tapi lagi-lagi alam berkata lain. Meski rekomendasi didapatnya, tapi PKB sudah terlanjur mencalonkan pasangan Dyah Kartika Permasari-Benny Karnadi.

Alhasil, saat menit-menit terakhir pendaftataran Dico bersama KH Ali Nurudin ditolak KPU Kendal.

Dico kembali nyungsep dan mengalami nasib tragis di akhir masa jabatannya sebagai Bupati Kendal.

Kabar Dico yang mendaftar kembali sebagai bupati Kendal inu mengundang kegaduhan di kalangan masyarakat Kendal.

Seperti yang disampaikan Ketua Forum Komunikasi LSM Kendal (Formal), R Unggul pada Jumat (30/8).

"Kami sangat memberi apresiasi kepada KPU Kendal karena penyelenggaraan (tahapan Pilkada) di Kendal ini bagus. Tapi sayang ada sedikit kegaduhan. Yakni saudara Dico (petahana bupati) yang mencalonkan diri lewat PKB tapi kenyataannya di Kendal juga ditolak oleh kader-kader Golkar sendiri," jelasnya.

Tak hanya itu, Unggul membeberkan, sejumlah warga Kendal kecewa dengan kembalinya Dico Ganinduto. Pasalnya, selama ini di Kabupaten Kendal tidak memiliki peta pembangunan yang signifikan.

"Saya sebagai lembaga di Kendal, sangat menyayangkan hal itu. Yang lebih disayangkan lagi kenapa KPU mau menerima pendaftaran saudara Dico, yang sebenarnya kan KPU sudah tau," tegasnya.

Namun update terbaru KPU Kendal ternyata menolak berkas pendaftaran calon Bupati petahan Kendal tersebut.

Tak mau berhenti di situ saja, Dico menggugat keputusan KPU Kendal yang mengembalikan berkas pendaftaran dirinya dan KH Ali Nurudin.

Gugatan Dico diajukan ke Bawaslu Kendal, Jumat 30 Agustus 2024. Hingga saat ini berkas gugatan yang dilayangkan masih dalam proses.

Selanjutnya, pada Senin (2/9/2024) kantor Bawaslu Kendal dipenuhi oleh puluhan karangan bunga.

Karangan bunga dari masyarakat yang memenuhi kantor Bawaslu Kendal itu mengandung maksud untuk memberikan dukungan kepada Bawaslu untuk berlaku adil dalam kontestasi Pilkada Kendal 2024.

Dilansir dari Radarsemarang.id ada 44 karangan bunga dengan berbagai tulisan terpajang di halaman kantor Bawaslu Kendal. Karangan bunga tersebut berasal dari sejumlah masyarakat Kendal.

Terlihat, terdapat karangan bungan bertuliskan "Pilkada Kendal 2024 Bermartabat, Ora Ngisin-Ngisini Kendal".

Tulisan lainnya, "Sudah Saatnya Kita Bersuara, Untuk Kendal Lebih Sejahtera Bersama Bawaslu Mengawal Demokrasi".

Kemudian terdapat tulisan "Bawaslu Amanah Demokrasi Terselamatkan," serta "Sang Pengawas Sekarang Lagi Diawasi, Bersama Bawaslu Kita Tegakkan Demokrasi," dan beberapa tulisan lainnya.

Koordinator SDM, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Kendal, Mukhamad Bahrul Amik mengaku, tidak tau menahu terkait siapa pengirim karangan bunga tersebut.

Namun, dia mendapat laporan dari sejumlah staff bahwa ada sejumlah orang yang memasang karangan bunga dengan tulisan dukungan kepada Bawaslu.

"Itu beberapa karangan bunga datang dari masyarakat yang peduli dengan demokrasi. Yang jelas di beberapa tulisannya ada dukungan kepada Bawaslu untuk melakukan proses (Pilkada 2024) dengan adil," terangnya saat ditemui Senin (2/9). (mia/bas)

 

 

 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #KPU Kendal #Partai Golkar #BUPATI KENDAL #dico Ganinduto #Bawaslu Kendal #Pilkada 2024 #PKB