RADARSEMARANG.ID, Kendal - Nasib naas dialami, BNM, warga Desa Kedungsuren, Kecamatan Kaliwungu Selatan.
Wanita 20 tahun ini menjadi korban penganiayaan brutal oleh mantan pacarnya.
BNM ditusuk pisau dapur oleh M Gunawan yang merupakan mantan pacarnya.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (29/7) kemarin dan menghebohkan warga setempat.
Diketahui, korban mengalami luka tusuk berat di bagian perut.
Kondisinya kritis dan saat ini dirawat di RSUD dr. Soewondo Kendal untuk mendapatkan perawatan intensif.
Informasi yang dihimpun, pelaku M Gunawan diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Kejadian ini terungkap setelah laporan masyarakat melalui telepon melaporkan aksi penganiayaan tersebut.
Polisi, termasuk Kanit Reskrim, Piket Reskrim, dan KSPKT, segera melakukan penyelidikan dan memastikan kebenaran laporan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Untung Setiyahadi membenarkan kejadian penusukan tersebut dan mengungkapkan bahwa pelaku diduga memiliki masalah kejiwaan.
"Kami telah mengamankan terduga pelaku dan membawanya ke rumah sakit jiwa di Semarang untuk observasi," kata AKP Untung Selasa (30/7).
Pihak kepolisian telah memeriksa beberapa saksi, termasuk orang tua korban dan akan segera melakukan pemeriksaan terhadap orang tua terduga pelaku.
Namun, korban masih belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut karena masih dalam perawatan medis.
Hingga kini, pihak kepolisian sedang mendalami motif pelaku dan senjata tajam yang digunakan.
"Jika hasil observasi di rumah sakit jiwa Tugurejo Semarang membenarkan adanya gangguan kejiwaan, pelaku akan menjalani perawatan medis lebih lanjut oleh Kedokteran Kepolisian untuk menguatkan kondisi tersebut. Namun, jika tidak ada indikasi gangguan jiwa, status pelaku akan segera dinaikkan menjadi tersangka, dan proses hukum akan dilanjutkan," tegasnya.
Kejadian ini menyisakan banyak tanda tanya dan menjadi sorotan publik.
Warga setempat dan pihak berwenang berharap agar kasus ini segera terpecahkan dengan kejelasan hukum yang adil.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi