RADARSEMARANG.ID, Kendal - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal akan segera melakukan regrouping sejumlah SD Negeri tahun 2024 ini.
Itu karena terdapat sekolah yang memiliki permasalahan sengketa tanah dan kekurangan murid.
Salah satu sekolah yang akan di regrouping yakni SD Negeri 3 Sukorejo. Siswa di sekolah tersebut akan digabung dengan SD N 4 Sukorejo. Pasalnya, SDN 3 Sukorejo memiliki permasalahan terkait sengketa tanah.
"Jadi SD N 3 Sukorejo itu memang sejarahnya dulu memiliki sengketa di Sukorejo. Terus waktu ada program SD Inpres, lahan tersebut diminta sama kepala desa untuk dibikin bangunan (sekolah). Kemudian saat itu akan diganti dengan dana desa," ungkap Kepala Disdikbud Kendal Ferinando Rad Bonay kepada Jawa Pos Radar Semarang Senin (13/5).
Baca Juga: Anak Anggota DPRD Kendal Terpeleset ke Jurang Jalur Pendakian Gunung Andong, Begini Kondisinya
Ferinando melanjutkan, proses penggantian lahan yang dibangun SD N 3 Sukorejo dengan dana desa ini rupanya tidak terlaksana hingga sekarang.
Ditambah, pemilik lahan sudah meninggal dunia dan kepemimpinan di pemerintahan desa terus berganti membuat permasalahan ini belum terselesaikan.
"Nah, prosesnya (penggantian dana) itu tidak dilakukan. Sampai pemiliknya itu sudah meninggal, lalu anak dan cucunya itu menemukan sertifikat tanah terus meminta lahan tersebut dan melaporkan ke BPK," lanjutnya.
Kendati begitu, Disdikbud Kendal mencoba mediasi terkait permasalahan lahan SD ini. Selain itu, Disdikbud juga tidak memiliki bukti terkait lahan tersebut sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah.
"Dan kami (Disdikbud) tidak punya bukti terkait itu (lahan sekolah) sudah diserahkan ke kami. Kami juga cek sejarahnya ke salah satu orang kepercayaannya dulu. Dan memang itu setuju dibangun sekolah. Tapi memang belum diganti (dana) sampai sekarang. Dan otomatis kan secara hukum Pemda tidak bisa minta tanah itu," terang Ferinando.
Kendati begitu, Ferinando menyebut, permasalahan tersebut sudah mendapat solusi. Yakni Pemda Kendal akan melakukan regrouping SDN 3 Sukorejo ke SD N 4 Sukorejo.
Pihaknya juga akan menghapus sekolah tersebut serta melelang asetnya. Kemudian, tanah tersebut akan dikembalikan kepada pemiliknya (anak atau cucu ahli waris).
"SD N 3 Sukorejo itu sekarang masih ada muridnya. Cuma muridnya sedikit. Dari kelas 1 sampai kelas 6 itu sekitar 40-an siswa. Sehingga untuk siswanya akan digabung dengan siswa di SD 4 Sukorejo," jelasnya.
Ferinando mengatakan, terkait proses regrouping ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Itu terkait pembagian tugas guru hingga perubahan status aset pemerintah daerah.
"Tidak ada masalah lain di SD N 3 Sukorejo. Hanya terkait proses regruping ini ada banyak hal yang harus diperhatikan. Siswanya kan digabung ke sana (SDN 4 Sukorejo), tapi guru-gurunya harus dibagi juga. Termasuk aset yang sekarang ini dan perubahan statusnya," katanya.
Rencananya, tahun ini Disdikbud Kendal akan melakukan regrouping di sejumlah SD Negeri. Itu karena beberapa sekolah memiliki siswa dengan jumlah yang sedikit. Termasuk SDN 3 Weleri akan di regrouping dengan SDN 2 Weleri.
"Regrouping SD N 3 Sukorejo ini mendesak karena pemilik meminta tanahnya. Untuk regrouping SD lainnya ada, tapi belum bisa merinci. Contohnya seperti SD N 3 weleri yang siswanya sedikit akan digabung dengan SD N 2 Weleri," tambah Ferinando. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi