RADARSEMARANG.ID, Semarang - Seorang warga di Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, ditemukan meninggal di dalam sumur pada Sabtu (11/5).
Diketahui, korban dikabarkan hilang sejak Kamis (9/5) dan telah dicari oleh keluarganya.
Baca Juga: Libur Panjang, Wisata Kalikesek Kendal Diserbu Pengunjung, Tawarkan Keindahan Alam dan Terapi Ikan
Korban bernama Alfanasah, 53, warga Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring.
Korban kali pertama ditemukan oleh keponakan dan anaknya sendiri pada Sabtu (11/5) sekitar pukul 09.30 WIB.
Fahri Husaini, anak korban mengatakan, ibunya sudah dua hari hilang dan tidak ditemukan meski sudah dicari.
"Pagi saat saya mau berangkat kerja ibu saya didepan rumah minta dibelikan es teh," katanya.
Setelah dibelikan minuman tersebut, Fahri Husaini kemudian pamit berangkat kerja.
Ibunya tinggal sendiri di rumah, dan saat pulang kerja Kamis sore ibunya tidak ada di dalam rumah.
"Waktu Kamis sore saya pulang kerja ibu tidak ada didalam rumah. Lalu saya cari dengan meminta bantuan tetangga tetapi tidak ditemukan," imbuhnya.
Tetangga sudah berupaya mencari di sejumlah tempat dan menanyakan ke kerabatnya tetapi tidak ditemukan.
Baca Juga: Rem Blong, Truk Molen Tabrak Honda Jazz dan Tembok Rumah Warga di Jalan Jenderal Sudirman Ungaran
"Bahkan tetangga sudah sempat melihat ke sumur tetapi tidak terlihat," ujar Fahri.
Kemudian Sabtu 11 Mei 2024 pagi, dirinya bersama sepupunya curiga dengan bau tidak sedap yang tercium didalam rumah.
Sumber bau tidak sedap tersebut kemudian dicari, dan sepupunya melihat jenasah Alfanasah mengambang dengan posisi telungkup didalam sumur.
"Awalnya bau tidak sedap terus saya bersama sepupu mencari hingga akhirnya ditemukan didalam sumur," terangnya.
Fahri mengatakan, ibunya tinggal sendiri saat dirinya kerja. Diakui ibunya sedikit sakit namun tidak begitu parah.
Sementara Kapolsek Cepiring Iptu Efendi Yulianto mengatakan, korban sudah dicari tetangga namun tidak ditemukan. Bahkan hilangnya korban sudah dilaporkan ke polisi dan media sosial.
Kemudian pada Sabtu (11/5), korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan keponakan dan anaknya sendiri.
"Jenasah ditemukan telungkup di dalam sumur sebelah rumah setelah curiga ada bau busuk," jelas Iptu Efendi.
Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh tim SAR BPBD, Damkar dan PMI Kendal.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Soewondo Kendal untuk divisum. Kasus ini masih dalam penanganan Polsek Cepiring. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi