RADARSEMARANG.ID, Semarang - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kendal menjadi partai pemenang dalam Pileg 2024 DPRD Kendal.
Kondisi itu membuat partai ini berpeluang mengusung calon bupati dan calon wakil bupati Kendal pada Pilkada 2024 secara mandiri.
Ketua DPC PKB Kendal Muhammad Makmun menyebut, sudah mendapat instruksi dari DPP PKB terkait persiapan Pilkada 2024.
Bahkan, pihaknya telah membuka pendaftaran Cabup-Cawabup Kendal sejak 20 April kemarin.
Makmun menyebut, pendaftaran ini terbuka untuk seluruh kalangan masyarakat. Selain itu, beda partai pun bisa mendaftar di PKB Kendal dalam kontestasi Pilkada mendatang.
"Jadi sifatnya DPC PKB Kendal membuka ruang seluasa-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat yang pengen menjadi kepala daerah di Kabupate Kendal. Terkait rekomendasi, nanti semuanya akan digodok fit and proper test oleh DPP. Kita (DPC) sifatnya sebagai pelaksana di daerah," terangnya saat ditemui wartawan.
Dikatakan, proses pendaftaran bakal cabup dan cawabup Kendal ini akan berlangsung hingga Agustus mendatang.
Selain itu, tidak ada kriteria khusus terkait sosoknya. Bahkan, siapa saja diperkenankan mendaftar.
Terkait sosok alias dukungan DPC PKB Kendal, Makmun menyebut masih berproses. Pihaknya belum bisa menentukan siapa yang akan diajukan.
"Tentunya slentingan nama itu proses komunikasi. Kami belum bisa menyebut nama dan masih berkomunikasi dengan semua komponen juga lintas partai," kata Makmun.
Makmun yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kendal menyebut, Pilkada kali ini harus melahirkan pemimpin daerah yang bisa mensejahterakan masyarakat Kendal. Karenanya, terkait koalisi partai PKB Kendal masih sangat dinamis.
Baca Juga: Terbagi Empat Kloter, Calon Jemaah Haji Asal Kendal Diterbangkan ke Tanah Suci Akhir Mei 2024
"Masih dinamis, belum ada kepastian. Masih membangun komunikasi," ujarnya.
Saat ditanya terkait sosok yang akan digandeng PKB, Makmun masih menutup diri. Pihaknya menegaskan masih membuka ruang sepenuhnya untuk siapapun.
Pasalnya, penentu siapa yang bakal maju dalam Pilkada 2024 berada dalam keputusan DPP.
"Monggo kalau mau berproses di PKB kita buka ruang sepenuhnha. Kita tidak menurup kemungkinan karena penentunya DPP. Jadi nama itu berporses dan semuanya kita inventarisir bareng-bareng," jelasnya.
Kendati begitu, pada Pilkada ini PKB Kendal akan menampilkan profil yang bisa membangun daerah. Terlebih, partai ini bisa mengusung Cakada tanpa koalisi.
Saat ditanya terkait slentingan pencalonan bupati, Makmun hanya tertawa. Dia menegaskan tidak akan berandai-andai. Pihaknya juga akan memgikuti kebijakan DPP.
Pasalnya, dalam Pilkada perlu menguasai semua aspek. Bahkan harus mempertimbangkan dari sisi modal, sosial, dan melakukan kampanye secara masif untuk meyakinkan masyarakat.
"Itu belum ada (intruksi maju). Yang jelas kita tidak berandai-andai. Tapi kita berproses secara administratif dan politis. Ya nanti tergantung kebijakan DPP. Tapi insyaallah ada yang terbaik siapapun orangnya. Dan butuh banyak aspek yang harus dipenuhi calon kepala daerah," tandasnya. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi