RADARSEMARANG.ID, KENDAL - Permintaan kerupuk rambak oleh-oleh khas Kabupaten Kendal terus meningkat selama libur Lebaran 2024. Hal itu membuat sejumlah sentra produksi kewalahan.
Seperti sentra produksi kerupuk rambak Dwi Djaya milik Muh Tadi di Desa Penanggulan, Pegandon.
Selama libur lebaran ini, dia mengaku kebanjiran orderan. Bahkan. Dia sempat kekurangan bahan baku produksi untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Baca Juga: Pertahankan Tradisi, Goreng Kerupuk Pakai Pasir
"Lebaran ini naik tiga kali lipat. Sampai saya kewalahan nyari bahan bakunya," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Muh Tadi menjelaskan, untuk hari biasa sentra produksinya hanya satu kali menggoreng kerupuk rambak. Yakni sebanyak 60 kilogram.
Pada libur Lebaran 2024, memerlukan 3 kali menggoreng kerupuk. Hal itu supaya permintaan pesanan bisa terpenuhi.
"Karyawan masih biasa ada 13 orang. Tapi waktu produksinya ditambah. Sejak setelah subuh sampai mau maghrib itu. Pokoknya tiga kali nggoreng," jelasnya.
Saat Jawa Pos Radar Semarang berkunjung ke sentra produksi kerupuk rambak milik Muh Tari, terlihat sejumlah karyawan sibuk dengan tugasnya masing-masing.
Mulai dari menggoreng kerupuk, membumbui, packing, hingga pelayanan kepada pelanggan yang datang.
Dikatakan, permintaan kerupuk rambak akan terus meningkat pada momen Syawalan nanti. Itu karena, kerupuk ini selalu diincar para pemudik sebagai oleh-oleh saat kembali ke daerahnya.
"Puncaknya nanti pas Syawalan. Karena sudah khas, pelanggan itu sudah hafal beli dimana kalau pengen kerupuk rambak," kata pria 60 tahun ini.
Muh Tadi menambahkan, seluruh proses pembuatan kerupuk dilakukan secara tradisional. Kerupuk rambak ini dibuat menggunakan kulit kerbau dan kulit sapi jantan.
Baca Juga: Rekomendasi 8 Asupan Makanan Favorit untuk Merawat Kesehatan Kulit
Dua jenis kulit tersebut memiliki tekstur serta keunikan rasa tersendiri.
Adapun harga kerupuk rambak ini bervariasi. Mulai Rp 38 ribu untuk ukuran 250 gram dan Rp 76 ribu untuk ukuran 500 gram.
"Yang beli gak cuma warga lokal atau pemudik. Pejabat dan pemerintahan juga sering beli di sini," tambahnya. (dev)
Editor : Tasropi