RADARSEMARANG.ID, Kendal - Pemerintah Kabupaten Kendal monitoring pembangunan Rumah Sakit NU (RSNU) dan gedung madrasah Muhammadiyah dari alokasi dana hibah Jumat (5/4). Hal ini untuk memastikan kesesuaian spek dan pembangunan selesai target.
Tahun 2024 ada dua ormas di Kabupaten Kendal yang mendapat dana hibah. Yakni sebesar Rp 8 miliar dana hibah untuk RSNU Kendal dan Rp 1 miliar untuk pembangunan gedung MI Muhammadiyah Caruban.
Saat ini, progres pembangunan RSNU dinilai sangat baik. Pihaknya terus mengawal agar dana hibah yang diberikan digunakan serius dalam pembangunan.
"Progresnya (RSNU) luar biasa. Kami terus lakukan monev untuk memastikan dana hibah ini tepat guna dan tepat waktu," jelas Kepala Badan Kesbangpol Kendal Alfebian Yulando usai monitoring pembangunan RSNU Kendal.
Sekda Kendal Sugiono mengatakan, ada temuan di pembangunan MI Muhammadiyah Caruban. Itu berupa kualitas fisik bangunan yang sangat bagus.
Dia ingin, ada pengembangan madrasah secara swakelola. Serta didukung oleh masyarakat agar terjadi peningkatan kualitas pendidikan.
"Hasil monitoring di MI Muhammadiyah Caruban ada temuan. Yaitu secara fisik kualitas bangunannya sangat bagus. Semoga nantinya ada pengembangan," ujarnya.
Sementara Ketua PCNU Kendal Muhammad Mustamsikin mengatakan, pihaknya berupaya menyelesaikan pembangunan RSNU melalui dana hibah.
Selain itu, pengerjaan sloop bangunan, lubang lift dan pondasinya telah terselesaikan. Targetnya, pembangunan RSNU akan selesai dalam satu tahun mendatang.
"Kami selesaikan alokasi dana hibah dulu. Selanjutnya kami akan himpun dana daei warga Nahdliyin. Harapannya bisa difungsikan tahun depan," katanya.
Adapun untuk pembangunan gedung MI Muhammadiyah Caruban progresnya sudah 50 persen.
Targetnya, bangunan akan difungsikan saat tahun pelajaran baru. Yakni sekitar bulan Juli 2024. Sementara ini, para siswa MI melakukan pembelajaran dengan menumoang di gedung TPQ.
"Ada 6 ruang kelas yang dibangun. Sebelumnya kondisi (gedung) memprihatinkan. Kami targetkan tahun ajaran baru bisa digunakan siswa," tandas Syafii, kepala MI Muhammadiyah Caruban. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi