RADARSEMARANG.ID, Kendal - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau lokasi terdampak banjir di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu (17/3).
Selain itu, turut disalurkan sejumlah bantuan kepada warga terdampak banjir.
Dalam peninjauan ini, Kepala BNPB menuju lokasi terdampak banjir di Perumahan Griya Praja Mukti RSS dan Kelurahan Pekauman, Kecamatan Kota Kendal.
Dikatakan, BNPB akan melakukan teknologi modifikasi cuaca. Hal itu supaya curah hujan ekstrem yang terjadi di Jawa Tengah bisa dikendalikan.
"Ada beberapa kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang terdampak. Mulai Kendal, Semarang, Kudus, Demak, Blora, Jepara, Pati. BNPB turun secara maraton ke lokasi terdampak," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto usai peninjauan lokasi banjir di Kendal Minggu (17/3).
Suharyanto menjelaskan, pihaknya akan menjamin kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana banjir. Serta turut disalurkan bantuan sembako, matras, selimut, pompa air, hingga jenaet di Kabupaten Kendal.
Menurutnya, bencana banjir di wilayah Kabupaten Kendal ini akibat curah hujan yang tinggi. Serta terdapat beberapa pintu air sungai yang rusak. Hal itu membuat air sungai meluber hingga ke permukiman warga.
"Di sini (Kendal) yang terkena banjir itu perumahan. Dan masih ada yang tergenang air. Alhamdulillah hari ini sudah relatif lebih surut, karena tadinya ada hampir satu meter (airnya)," jelasnya.
Dikatakan, di Kabupaten Kendal tidak ada warga yang mengungsi. Rata-rata warga bertahan di rumahnya dan ada beberapa yang tinggal di rumah saudara terdekat.
"Tidak ada pengungsian terpusat di sini, mudah-mudahan ini bisa terkendali," kata Suharyanto.
Suharyanto menambahkan, situasi cuaca di Jawa Tengah hingga beberapa minggu ke depan cukup ekstrem. Karenanya, BNPB berupaya menanggulangi dampak cuaca ekstrem ini dengan melakukan teknologi modifikasi cuaca.
Diharapkan, dengan teknologi ini curah hujan bisa dikendalikan. Sehingga, hujan yang akan mengguyur wilayah daratan bisa dialihkan ke wilayah lautan.
"Cuaca (di Jateng) cukup ekstrem hingga minggu ke depan. Makanya kita harus kurangi dari atasnya. Mudah-mudahan teknologi modifikasi cuaca ini bisa efektif," tambahnya.
Sementara Bupati Kendal Dico M. Ganinduto menjelaskan, banjir di Kabupaten Kendal terjadi akubat curah hujan yang tinggi selama hampir sepekan.
Hal itu membuat 13.000 KK di 7 kecamatan di Kendal terdampak banjir. Namun, saat ini di wilayah tersebut air banjir sudah berangsur surut.
"Kami data semua kebutuhan warga terdampak dan kami distribusikan logistik juga. Dapur umum juga dibuka termasuk pengungsian. Tapi rata-rata warga bertahan di rumahnya," jelasnya.
Dico mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB terkait permasalahan pendangkalan sungai di Kendal.
Pasalnya, hal tersebut menjadi penyebab utama terjadinya banjir.
Pemkab Kendal juga siap melakukan penanganan banjir sejak dini agar tidak berdampak parah kepada masyarakat.
"Untuk sungai dangkal itu kami ajukan ke BNPB. Jadi masuknya ke penanganan pasca bencana. Mudah-mudahan ini menjadi solusi dan Pemkab juga siap untuk berkolaborasi," tandasnya. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi