RADARSEMARANG.ID, Kendal - Pemantauan hilal untuk menentukan satu Ramadan 1445 Hijriah dilaksanakan di Pelabuhan Kendal Minggu (10/3) sore.
Hasilnya, hilal jauh di atas ufuk serta belum memenuhi imkanur rukyat.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kendal Mahrus menjelaskan, pelaksanaan rukyatul hilal ini untuk penentuan awal Ramadan 1445 Hijriah.
Kegiatan ini merupakan sinergitas dan kolaborasi antara Pemkab Kendal, Kemenag Kendal, LP2M UIN Waliwongo, BHRD Kendal, dan Pengadilan Agama (PA) Kendal.
Berdasarkan data Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kendal, dimungkinkan pelaksanaan awal Ramadan 1445 H saat ini tidak terjadi hal yang sama atau terjadi perbedaan.
Pasalnya, hilal masih jauh di atas ufuk yakni 1 derajat 8 menit 37 detik.
"Artinya itu jauh di atas ufuk dan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat," jelasnya di Pelabuhan Kendal.
Mahrus menambahkan, dari hasil pelaksanaan rukyatul hilal di Pelabuhan Kendal disimpulkanbahwa hilal tidak dapat terlihat.
Karenanya, Kemenag Kendal menetapkan penentuan 1 Ramadan 1445 menunggu sidang isbat oleh Kemenag RI.
"Hasilnya hilal tidak dapat terlihat karena umurnya masih smagat muda," tambahnya.
Dosen UIN Walisongo Dian Ika Ariyani mengatakan, dari hasil rukyatul hilal ini posisi atau umur hilal masih kurang dari ketentuan. Yakni hilal harus terlihat minimal selama 8 jam dengan elongasi minimal 6 derajat.
"Dan hasil perhitungan tadi ditemukan hilal dua derajat lima menit. Jadi kecil kemungkinan untuk bisa dilihat," katanya.
Sementara Sekda Kendal Sugiono mengatakan, meski ada perbedaan pelaksanaan puasa Ramadan hal itu tidak menjadi masalah.
Dimungkinkan keputusan pemerintah terkait awal Ramadan yakni pada Selasa (12/3).
"Dari Pemkab Kendal mengikuti keputusan pemerintah pusat. Dan dimungkinkan satu Ramadan jatuh pada Selasa 12 Maret," ujarnya.
Dalam pelaksanaan penentuan rukyatul hilal ini, kondisi di langit di sekitar Pelabuhan Kendal tampak mendung. Selain itu, kemungkinan kecil hilal dapat terlihat jelas dalam kondisi ini. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi