RADARSEMARANG.ID, Kendal — Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, mengaku masih pikir-pikir apakah akan maju dalam kontestasi politik Pemilihan Bupati (Pilbup) kendal.
Hal itu disusul partai Demokrat yang digawanginya hanya memperoleh satu dari 50 kursi di DPRD Kendal.
Baca Juga: PKB Raih Suara Terbanyak di Pileg DPRD Kendal, Disusul PDIP dan Golkar, Segini Jumlahnya
Itu artinya, Ketua DPC Partai Demokrat itu harus menggandeng parpol lain untuk bisa maju sebagai Calon Bupati Kendal atau Wakil Bupati Kendal.
Pasalnya, paling tidak butuh 20 persen untuk parpol bisa mengusung pasangan calon (paslon) sendiri.
Baca Juga: Dico-Basuki: Berkarya, Berdaya, dan Bergembira
Sedangkan Partai Demokrat hanya memperoleh satu suara.
“Saya tidak tahu, karena parpol kami hanya dapat satu kursi saja di DPRD,” kata Windu Suko Basuki, saat peresmian Kantor Pelayanan Carfix Kendal, kemarin.
Dengan jumlah kursi yang tak begitu signifikan, Basuki mengaku pesimis bisa menggandeng parpol-parpol lain berhasil memperoleh kursi banyak seperti PKB.
Diketahui, PKB Kendal saat ini kembali memimpin DPRD Kendal dengan perolehan 11 kursi di enam daerah pemilihan (dapil), atau sebanyak 136.673 suara sah untuk PKB.
Baca Juga: PKB Raih Suara Terbanyak di Pileg DPRD Kendal, Disusul PDIP dan Golkar, Segini Jumlahnya
Disusul berikutnya PDI Perjuangan yakni 97.410 suara dan Partai Golkar 92.632 suara.
Basuki mengaku sampai saat ini belum berkomunikasi dengan para petinggi parpol di Kendal.
Terkait, apakah Basuki akan memilih jalur Calon Bupati dari jalur Independen (non parpol), sampai saat ini masih memungkinkan.
Yakni menggunakan jaringan lama, Relawan Basuki yang pernah dibentuknya pada saat Pilbup 2019 lalu. “Bisa jadi, ya kita lihat saja nanti,” tuturnya. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi