Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

PKB Raih Suara Terbanyak di Pileg DPRD Kendal, Disusul PDIP dan Golkar, Segini Jumlahnya

Devi Khofifatur Rizqi • Minggu, 3 Maret 2024 | 22:57 WIB

 

Dokumentasi rapat pleno terbuka tingkat Kabupaten Kendal di kantor KPU Kendal.
Dokumentasi rapat pleno terbuka tingkat Kabupaten Kendal di kantor KPU Kendal.

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Angka partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu 2024) di Kabupaten Kendal naik dibandingkan Pemilu 2019. Bahkan, presentasenya mencapai 85,6 persen.

Total pemilih pada Pemilu 2024 yang menggunakan hak suara sebanyak 692.523 orang. Kemudian yang dinyatakan sah sebanyak 665.577 suara atau presentasenya sebanyak 85,6 persen.

 Baca Juga: Update Hasil Pileg DPRD Kendal: Kursi PKB Terbanyak, Perolehan Suara Golkar Ungguli PDIP

"Jadi ada peningkatan partisipasi pemilih," kata Ketua KPU Khasanudin.

Khasanudin menjelaskan, rapat pleno rekapitulasi peghitungan suara hasil Pemilu sudah selesai dibacakan dari tiap kecamatan dan rekapitulasi seluruh kabupaten Kendal.

Hasilnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi peraih suara terbanyak di Kabupaten Kendal.

Yakni dengan angka 136.673 suara sah untuk PKB pada Pileg DPRD Kendal.

 Baca Juga: Bawaslu Kendal 'Diteror' Spanduk Kritikan, Begini Isinya

"PKB menjadi partai peraih suara paling banyak di Kendal," jelasnya.

Adapun peringkat kedua suara terbanyak masih bertahan PDIP yakni 97.410 suara. Lalu disusul Partai Golkar 92.632 suara.

"Tahapan selanjutnya rekapitulasi di tingkat provinsi. Jadwalnya masih menunggu dari KPU Provinsi," ujar Khasanudin.

Dari rekapitulasi di tingkat Kabupaten Kendal banyak catatan diantaranya terakit data pengguna yang salah input.

Selain itu, banyak data disabilitas yang tidak masuk ke TPS dan DPTB. Namun demikian tidak mempengaruhi hasil. 

Sementara Ketua Bawaslu Kendal Hevy Indah Oktaria mengataka, pengawasan dalam rapat pleno merupakan rangkaian dari sebelumnya sudah melakukan pengawasan dari kecamatan.

Dari hasil pengawasan, ditemukan banyak kesalahan di PPK.

"Bawaslu sudah memberikan masukan. Kebanyakan kesalahan pada perhitungan DPT dan pergeseran jumlah suara antar caleg," ujarnya.

Bawaslu juga menemukan ada 2 TPS yang belum di entry hasil. Yakni di Desa Kliris Kecamatan Boja dan Desa Truko Kecamatan Kangkung sehingga total perolehan suara berubah.

"Namun demikian sudah diperbaiki dan sesuai dengan data yang ada di Bawaslu," tandas Hevy. (dev/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #Pemilu 2024 #PKB