RADARSEMARANG.ID, Kendal—Komisi D DPRD Kendal meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal bertindak tegas.
Yakni atas peredaran buku gambar berjudul Aku Cinta Kendal ke seluruh Anak TK se Kabupaten Kendal.
Pasalnya buku karangan karangan Wynne Frederica alias Chacha Frederica yang merupakan istri Bupati Kendal itu diedarkan secara wajib untuk seluruh siswa TK B di Kendal.
Ketua Komisi D DPRD Kendal, Mahfud Sodiq mengatakan, bahwa filosofi pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah belajar dengan bersenang-senang.
Tujuannya tidak lain untuk menyiapkan anak-anak supaya bisa bersosialisasi saat masuk SD.
“Jadi saya kira, belum saatnya disuruh atau lebih-lebih diwajibkan untuk beli buku. Ini jelas tidak sesuai dengan filosofi PAUD," kata Politisi PKB itu.
Ia meminta untuk Disdikbud Kendal untuk meninjau kembali kebijakan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kendal yang mewajibkan anak-anak TK untuk membeli buku yang dibanderol Rp 22 ribu.
“Pola pikir harus diubah, karena fungsi pendidikan bukan soal jual-beli buku saja. Tapi lebih ke esensi pendidik untuk menumbuhkan karakter,” jelasnya.
Terlebih saat ini, kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit, harga beras maupun sembako sedang naik.
Sehingga masyarakat praktis akan terbebani dengan adanya kewajiban untuk membeli buku karangan Bunda Paud Kendal itu.
“Kalau mau ada buku di tingkat TK. Sebaiknya direncanakan di awal tahun pembelajaran. Sehingga wali siswa bisa mempersiapkannya,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, IGTKI Kendal mewajibkan seluruh siswa TK B di Kendal untuk membeli buku Aku Cinta Kendal seharga Rp 22 ribu.
Alasannya untuk biaya pendaftaran lomba mewarnai tingkat TK B se Kabupaten Kendal bersama Bunda PAUD Kendal, Chacha Frederica.
Belakangan, banyak orang tua siswa yang mengeluhkan kebijakan IGTKI Kendal yang mewajibkan siswa untuk membeli gambar Aku Cinta Kendal.
Mereka protes lantaran anaknya tidak ikut lomba, tapi tetap diwajibkan untuk beli buku tersebut.
Sampai berita ini ditayangkan, IGTKI Kendal belum menarik buku-buku tersebut dari peredaran. Alasannya, buku sudah terlanjur dibagikan ke siswa.
Lalu, berapa keuntungan IGTKI menggelar lomba ini dari hasil uang pendaftaran atau penjualan buku. IGTKI Kendal belum mau angkat bicara. (bud)
Editor : Agus AP