Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Agak Laen! Pemilik Tiwul Ayu Pandansari Kendal Beber Cara Memasak Tiwul agar Hasilnya Pulen: Dimasak Pakai Teko

Devi Khofifatur Rizqi • Minggu, 11 Februari 2024 | 18:06 WIB

Rica Kartika Dewi saat mengukus tiwul untuk para pelanggannya. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG
Rica Kartika Dewi saat mengukus tiwul untuk para pelanggannya. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG
 

RADARSEMARANG.ID - Tiwul merupakan makanan jadul yang kurang diminati anak-anak muda.

Tetapi, di tangan Rica Kartika Dewi, kuliner itu disulap menjadi makanan modern. Dengan berbagai varian rasa yang cocok di lidah.

Rica Kartika Dewi memulai membuka usaha Tiwul Ayu Pandansari April 2023. Ide itu bermula karena terinspirasi ibunya yang sering mengkonsumsi tiwul.

Kemudian, mencoba berbagai resep untuk membuat tiwul yang kekinian."Awalnya terinspirasi ibu. Karena beliau lebih sering makan tiwul. Itu banyak manfaatnya juga," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Proses pembuatan tiwul ayu milik Rica cukup unik. Yakni menggunakan ceret atau teko air saat pengukusan.

Hal itu menjadi ciri khas Tiwul Ayu Pandansari untuk semakin mengenalkan produknya. Bahkan, menjadi daya tarik pelanggan untuk berkunjung dan melihat langsung proses pembuatannya.

"Ngukusnya sekitar 12 menitan. Pakai teko karena iseng saja. Saya sudah coba pakai wadah lain kok tidak ada yang pas. Lalu nyoba pakai teko air kok pas dan hasilnya bagus," kata wanita 32 tahun ini.

Adapun rasa yang ditawarkan Tiwul Ayu ini bervariasi. Mulai dari rasa original ditambah gula jawa sebagai toping, rasa taro, red velvet, keju, dan coklat.

Dibanderol dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu, usaha Tiwul Ayu Pandansari sukses menggaet lidah masyarakat modern seperti saat ini. "Yang paling best seller selain gula jawa itu coklat dan keju," ujarnya.

Tak hanya itu, makanan tradisional ini lebih nikmat disantap saat masih hangat. Dipadukan dengan berbagai variasi rasa, tidak menghilangkan cita rasa khas makanan jadul ini.

Saat ini, sudah ada 5 cabang outlet Tiwul Ayu Pandansari. Yakni cabang pertama di Taman Kota Weleri, lalu di Cepiring, Rowosari, Pegandon, dan cabang Gringsing di Kabupaten Batang.

Rica berharap, makanan tiwul bisa menjadi ikonik dan lebih dikenal masyarakat. Tidak hanya orang tua, namun kalangan muda juga bisa mencoba makanan unik ini. Dia juga ingin, memiliki outlet tetap di Weleri.

"Biar pelanggan lebih nyaman. Karena selama ini pelanggan yang antre kadang tidak kebagian tempat," tambahnya. (dev/fth)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #jadul #Kuliner #tiwul #MAKANAN