RADARSEMARANG.ID, Kendal - Hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Kendal pada Rabu (3/1) dini hari. Akibatnya, tiga pohon tumbang dan menimpa rumah warga.
Hujan semalam membuat beberapa pohon di Kabupaten Kendal tumbang. Salah satunya berada di Jalur Pantura Kendal akses Semarang-Jakarta. Yakni tepatnya di Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh.
Pohon berjenis Angsana dengan diameter 90 sentimeter ini tumbang menimpa jaringan listrik di wilayah tersebut.
Bahkan, menutup akses jalan raya dari arah Semarang ke Jakarta. Hal itu menyebabkan kemacetan total sejak pukul 00.20 WIB.
Baca Juga: Darurat! 181 SD dan SMP di Kendal Tak Memiliki Kepala Sekolah Definitif
"Lalu masuk laporan warga dan segera kami tindak lanjuti untuk penanganan," ungkap Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kendal Ali Sutariyo saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang Rabu (3/1) pagi.
Ali menjelaskan, ada 9 personel BPBD yang diterjunkan untuk penanganan pohon tumbang di jalur pantura. Kemudian dibantu unsur PMI dan masyarakat. Itu supaya akses jalan raya bisa segera digunakan oleh pengguna jalan.
"Selain di jalan raya, pohon tumbang dan angin kencang seperti puting beliung menimpa warga Desa Truko Kecamatan Kangkung," jelasnya.
Adapun pohon tumbang lainnya berjenis Sengon diameter 25 sentimeter dan pohon mangga diameter 30 sentimeter. Kejadian itu berada di Dusun Teguhan, Desa Truko, Kecamatan Kangkung. Pohon ini menimpa rumah milik Rizal dan Mutiali.
"Tidak ada korban jiwa. Hanya rumah yang terkena pohon tumbang itu rusak ringan," terang Ali.
Baca Juga: Musim Hujan, Kota Semarang Dikepung Longsor
Ali mengatakan, musim hujan di Kabupaten Kendal sudah dimulai. Diprediksi puncaknya pada bulan Februari. Sebab itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar memangkas dahan pohon yang rimbun. Serta membersihkan drainase lingkungan rumah.
"Itu antisipasi supaya tidak terjadi bencana banjir maupun pohon tumbang," katanya.
Selain itu, Ali juga berupaya mengusulkan dana Belanja Tak Terduga (BTT) terkait kebencanaan.
Usulannya senilai Rp 250 juta. Nantinya, dana itu akan digunakan saat kondisi darurat kebencanaan di Kabupaten Kendal.
"Usulannya sudah masuk ke bupati. Semoga disetujui dan kami sudah memetakan untuk titik-titik rawan bencana. Dan antisipasi sudah kami siapkan juga," tandasnya. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi