RADARSEMARANG.ID, Kendal - Ribuan ibu nyai yang tergabung dalam Jam'iyyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Muballighoh (JPPPM) deklarasikan pemilu damai dan tidak golput di Ponpes Darul Amanah, Sukorejo, Kendal, Minggu (10/12).
Ketua Umum JPPPM Nyai Hanik Maftuhah mengatakan, ada sekitar 2.000 ibu nyai se-Indonesia yang datang di Ponpes Darul Amanah Sukorejo. Pihaknya mengajak seluruh elemen bangsa agar berpartisipasi aktif dan menjadi bagian dalam demokratisasi pemilu 2024.
"Dalam pemilu nanti kami tetap pada prinsip untuk mempersatukan umat agar tidak terpecah belah," katanya.
Hanik melanjutkan, JPPPM sepakat untuk menjaga keutuhan ukhuwah bangsa. Itu supaya tidak terjadi hal tidak diinginkan dalam pesta demokrasi.
Baca Juga: Penipuan dengan Modus Tuduh Korban Lakukan Pembacokan, 3 Pemuda Asal Semarang Dibekuk Polisi
Pihaknya juga mendukung penyelenggaraan pemilu. Bahkan, menyerukan kepada para bu nyai maupun elemen pondok pesantren agar tidak golput.
"Kami mengajak elemen pondok pesantren serta JPPPM agar tidak golput," lanjutnya.
Sementara Wakil Menteri Agama RI Saiful Rahmat Dasuki sangat mendukung petisi ibu nyai yang tergabung dalam JPPPM. Yakni untuk mengawal pemilu 2024 yang jujur, adil, damai, san bermartabat.
"Sangat mendukung sekali. Ditambah penyelenggaraan Harlah ke 8 dan Rakernas JPPPM karena peran serta Ibu Nyai ini sangat diperlukan dalam membangun ukhuwah kebangsaan," katanya.
Wamenag berpesan, agar JPPPM turut mengawal dan menyukseskan pelaksanaan pemilu. Pihaknya juga menolak politik identitas yang mengatasnamakan agama sebagai kampanye elektoral.
"Itu bisa merusak sendi kehidupan masyarakat. Kita sudah alami di 2019 yang membelah umat secara dalam dan lukanya masih kita rasakan hingga hari ini. Makanya kita bersama BP3M selalu menyuarakan agar politik identitas ditiadakan," pesannya.
Deklarasi pemili damai ini merupakan rangkaian dari Harlah ke 8 JPPPM. Kegiatan ini dihadiri 2.000-an Ibu Nyai Pengasuh Pondok Pesantren Seluruh Indonesia, Wamenag Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki, dan kiai-kiai pengasuh ponpes seluruh Indonesia. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi