Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Waduh! 44.228 Keluarga di Kendal Berisiko Stunting

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 7 Desember 2023 | 22:01 WIB
Kemeriahan Gebyar Penurunan Stunting pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 di lapangan Desa Karangayu, Cepiring, Kamis (7/12).
Kemeriahan Gebyar Penurunan Stunting pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 di lapangan Desa Karangayu, Cepiring, Kamis (7/12).

RADARSEMARANG.ID, KendalSekretaris Daerah (Sekda) Kendal Sugiono menyebut 44.228 keluarga di Kabupaten Kendal berisiko stunting.

Hal itu disampaikan dalam Gebyar Penurunan Stunting pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 di lapangan Desa Karangayu, Cepiring, Kamis (7/12).

Sekda mengatakan, jumlah Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Kabupaten Kendal cukup tinggi. Bahkan, hingga saat ini ada 44.228 KRS.

Pihaknya juga menerjunkan 785 tim pendamping keluarga untuk menekan angka KRS ini.

"Tim pendamping keluarga itu tersebar di 286 desa maupun kelurahan di Kabupaten Kendal," katanya.

Baca Juga: Hadeuh! Kakek Bejat di Kendal Tega Setubuhi Cucu hingga Melahirkan

Meski begitu, lanjut Sugiono, Pemkab terus berupaya menekan angka KRS maupun angka stunting di Kabupaten Kendal. Yakni dengan berbagai program inovatif. Salah satunya program gebyar penurunan stunting.

Saat ini, prevalensi stunting di Kendal menurut SSGI mengalami penurunan 3,8 persen. Itu membuat Kabupaten Kendal masuk 8 kabupaten dengan angka stunting terendah di Jawa Tengah.

"Makanya kami laksanakan gebyar penurunan stunting. Dan diharapkan masyarakat sadar serta peduli terhadap gizi keluarga. Biar tidak stunting lagi," terangnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal Abidin mengatakan, pihaknya berupaya memberikan layanan kesehatan yang baik untuk masyarakat. Serta komitmen mengentaskan Kabupaten Kendal dari stunting.

Sebab itu, gebyar penurunan stunting ini menjadi jurus jitu untuk menyadarkan masyarakat akan resiko stunting.

"Kami lombakan desa-desa yang penurunan stuntingnya bagus. Ini untuk memacu semangat pendamping keluarga dan tenaga kesehatan juga," ujarnya.

Baca Juga: Kawanan Pencuri Bobol Alfamart di Brangsong Kendal, Gondol Rokok, Kosmetik dan Uang

Abidin menambahkan, kegiatan ini sekaligus memotivasi kader Puskesmas maupun masyarakat agar sadar terhadap kesehatan. Terutama sadar terhadap perbaikan gizi keluarga.

"Ada lomba kreasi menu sehat juga. Serta fashion show para dokter. Kami juga lakukan pengobatan gratis untuk masyarakat," tambahnya. (dev/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #KELUARGA #penurunan #stunting