Proyek pembangunan RTH Kaliwungu sudah selesai pada Oktober tahun ini. Pembangunan fasilitas untuk masyarakat ini menelan anggaran hingga Rp 3,7 miliar. Itu bersumber dari APBD Kendal.
Meski begitu, sejumlah masyarakat mengaku tidak puas dengan hasilnya. Pasalnya, hasil finishing RTH dinilai asal-asalan dan kasar. Bahkan, beberapa bagian cor di sekitarnya retak dan rusak.
Baca Juga: Bupati Kendal Dico Angkat Bicara Soal Namanya yang Terseret dalam Kasus Tukar Guling Lahan
"Dengan anggaran sebesar itu, saya kira belum layak. Dan saya lihat masih ada hasil pembangunan yang pecah di RTH ini. Padahal ini terbilang baru," ungkap Slamet Priyatin, warga Kaliwungu.
Tak hanya itu, lanjut Slamet, sebagian besar titik-titik RTH juga belum dilengkapi tempat sampah. Adapun kondisi bangunan terlihat masih kasar dan tidak sesuai yang diharapkan masyarakat.
Kendati begitu, dia berharap kondisi bangunan yang retak maupun yang masih kasar bisa segera diperbaiki. "Ini kan untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat juga," katanya.
Baca Juga: Bikin Panik! Toyota Avanza Ludes Terbakar di SPBU Caruban Kendal, 3 Mobil Pemadam Dikerahkan
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal Aris Irwanto menjelaskan, masih ada waktu hingga 6 bulan ke depan untuk proses pemeliharaan.
Dalam masa itu juga menjadi tanggungjawab dari pelaksana proyek. Selain itu, pembangunan RTH yang menggunakan dana APBD ini juga turut menjadi tanggungjawab masyarakat Kendal.
"Itu terkait menjaga kebersihan maupun pemeliharaan fasilitas yang ada. Jadi sama-sama menjaga," jelasnya.
Baca Juga: Bonus Atlet Porprov dari Pemkab Kendal Ditunda, Ini Alasannya
Aris meminta, warga Kendal dapat terlibat aktif dalam perawatan maupun pemeliharaan fasilitas RTH ini.
Pihaknya juga berupaya untuk melengkapi tempat sampah di sekitar RTH. Sehingga bangunan ini tetap bersih.
"Kami juga pasang spanduk imbauan untuk menjaga kebersihan. Dan kami tegaskan bahwa proyek ini belum sepenuhnya diserahkan ke Pemkab. Jadi terkait adanya kerusakan atau yang kain masih tanggungjawab pelaksana proyek," tegasnya. (dev/ton)
Editor : Baskoro Septiadi