RADARSEMARANG.ID, Kendal - Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan bersandar di Dermaga Pelabuhan Kendal Selasa (5/9). Sontak kapal ini diserbu ratusan warga untuk mendapat layanan pengobatan gratis. Pasalnya, layanan berobat gratis hanya berlangsung dua hari.
Rumah sakit apung ini memberikan pelayanan berobat gratis selama dua hari. Hal itu didedikasikan untuk masyarakat kurang mampu dan sulit mengakses layanan kesehatan. Salah satunya di wilayah Kabupaten Kendal.
"Saya merasa terbantu. Tadi keluhannya batuk pilek. Selama ini ya cuek saja dengan keluhan saya. Lalu saya dikasih obat dan pelayanannya gratis," aku Abdul Muin, 54, warga Sudipayung, Kendal, kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Muin berharap, pelayanan berobat gratis ini bisa dilaksanakan secara berkala. Pasalnya, kegiatan ini membantu dia untuk cek kesehatan rutin.
"Memudahkan saya berobat. Apalagi saya kerja di KIK dekat dengan pelabuhan," ujarnya.
Sementara Anggota DPR RI dr. Messy Widiastuti menjelaskan, kapal Laksamana Malahayati ini bersandar di tiga titik di wilayah Jawa Tengah. Yakni di Kota Tegal, Kendal, dan Pati. Pihaknya menyasar daerah terpencil agar terjangkau dengan pelayanan kesehatan.
"Kami juga koordinasi dengan DPC PDIP Kendal dan Kota Semarang untuk bahu membahu melayani masyarakat agar maksimal," jelasnya.
Messy mengatakan, perjalanan kapal ini akan dilanjutkan kembali pada Kamis mendatang. Setiap harinya ditargetkan ada 600 warga yang mengikuti layanan berobat gratis ini.
"Di samping pengobatan gratis juga ada pembangian sembako. Sementara kami target 600 orang per daerah," katanya.
Ketua DPC PDIP Kendal Akhmat Suyuti menambahkan, pengobatan gratis RS Laksamana Malahayati ini menyasar masyarakat umum berbagai kalangan.
Dia berharap, kegiatan ini bermanfaat dan membantu masyarakat terpencil di Kendal dalam berobat.
"Harapannya kapal ini bisa menjangkau pulau-pulau terpencil juga. Karena Indonesia kan berkepulauan. Semoga bermanfaat dan berdampak baik untuk masyarakat," harapnya. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi