RADARSEMARANG.ID, Kendal - Setidaknya empat sungai di Kabupaten Kendal dikeruk. Sebab, sungai sudah dangkal akibat sedimentasi yang tinggi. Saat musim hujan, air di empat sungai itu selalu meluap dan menyebabkan kebanjiran di pemukiman warga.
Empat sungai yang dikeruk yaitu Sungai Kendal, Kalibuntu, Kali Waridin, dan Kali Aji. Sedimentasi paling parah berada di Sungai Kendal.
Sungai cukup dangkal dan menjadi langganan banjir. Musim hujan lalu, air sungai masuk permukiman di 11 kelurahan di Kecamatan Kendal.
Staf Pokja Balai PSDA Bodri Kuto Adi Darmawan mengatakan, proses pengerukan sedimentasi sudah berlangsung selama satu minggu.
Selanjutnya di Sungai Kendal hanya dilakukan pengerukan sepanjang 200 meter saja. Hal itu karena ada beberapa kendala dalam proses pengerukan.
"Pengerukan harusnya 500 meter. Namun banyak bangunan permanen di kanan kiri sungai yang jadi kendala. Kami juga berhati-hati dalam pengerukannya," katanya, Kamis (31/8) kemarin.
Adi melanjutkan, gangguan lainnya yaitu keberadaan jembatan dengan jarak berdekatan. Karenanya perlu dilakukan penataan jembatan supaya normalisasi sungai bisa maksimal.
Selain itu, dilakukan pengamanan tebing menggunakan bronjong di Kali Blukar sepanjang 200 meter. "Ada pemasangan sitepal permanen sepanjang 180 meter juga di Kali Bodri," lanjutnya.
Di sungai lainnya dilakukan pembuatan parapet cor beton di tiga desa. Yakni Desa Sudipayung, Kertomulyo, dan Sidorejo Kecamatan Brangsong.
"Harapannya ya bisa meminimalisir banjir ke pemukiman warga. Tapi harus dibarengi menjaga kebersihan di sekitar sungai. Biar aliran tidak mampet," harapnya.
Sementara Sodikin, pekerja di PSDA Jawa Tengah mengatakan, ada dua alat berat yang dioperasikan dalam normalisasi ini.
Tanah dan sampah yang terkumpul selanjutnya dipindahkan untuk membuat tanggung di Kalibuntu.
"Insya Allah tiap tahun ada pengerukan. Saya minta warga jangan biang sampah di sungai," tandasnya. (dev/fth)
Editor : Baskoro Septiadi