Bangunan ini memiliki berbagai fasilitas lengkap dan bakal menjadi pusat peradaban masyarakat Kendal.
Gedung Perpusda Kendal ini dibangun dua lantai di atas tanah seluas 4.606 meter persegi. Luas bangunan lantai satu yakni 1.152 meter persegi dan lantai dua seluas 932 meter persegi.
Bangunan megah ini bakal difungsikan pada akhir Agustus nanti. Saat ini sedang tahap finishing outdoor gedung dan pemenuhan koleksi buku.
"Perpusda Kendal itu bangunan perpustakaan paling megah se-Indonesia. Kami berharap bukan sebagai pusat literasi saja. Tapi sebagai pusat peradaban juga," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal Sugiono kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Lebih lanjut Sugiono mengatakan, beberapa fasilitas sudah tersedia di gedung Perpusda. Seperti mini bioskop, ruang teater, ruang baca umum, ruang baca digital, ruang diskusi, ruang baca lansia, ruang pameran, ruang baca anak, ruang podcast, serta dilengkapi dengan musala.
Selain itu, ada ruang baca referensi, ruang pustakawan, ruang pertemuan, dan ruang audio visual. Bahkan, perpustakaan ini juga ramah disabilitas. Selanjutnya, terdapat co-working space yang bisa menjadi ruang kreatif generasi muda Kendal.
"Jadi tidak hanya untuk membaca buku saja. Nantinya ada transaksi usaha dan bisa menjadi kantor untuk para pemuda. Mereka bisa belajar dan berbudaya di sana. Menurut saya gedug itu sangat efektif untuk pusat peradaban terutama anak muda di Kendal," jelasnya.
Tak hanya itu, Sugiono melihat bangunan Perpusda Kend ini sangat ideal dibandingkan dengan perpustakaan megah lainnya.
Dia juga berupaya untuk mengajak masyarakat agar meramaikan gedung senilai Rp 10 miliar ini.
"Harapannya bisa menjadi pusat peradaban masyarakat dan anak-anak muda di Kendal," harapnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi mengaku, optimistis perpusda ini bakal ramai dikunjungi masyarakat.
Dia menggandeng pegiat literasi, sekolah, komunitas, dan aktivis lainnya untuk ikut serta meramaikan gedung megah ini.
Wahyu membeberkan, pihaknya sudah membentuk Pelita atau Pegiat Literasi Kendal. Hal itu untuk mendukung layanan literasi di Kendal agar sampai kepada masyarakat.
Selain itu, terdapat inovasi lain berupaya layanan jemput bola untuk anak-anak PAUD hingga SD.
"Kami sudah berkolaborasi. Akhir Agustus ini Pelita akan bekerja sesuai job desk-nya," bebernya.
Wahyu melanjutkan, ada 40.000 koleksi buku berada di gedung Perpusda. Pihaknya juga akan menambah berbagai koleksi buku lainnya.
Selain itu, terdapat ratusan koleksi e-book yang bisa diakses masyarakat melakui sistem digital.
Pihaknya juga tetap menggelorakan program gerakan berbagi buku. Itu supaya koleksi buku di Perpusda bertambah dan bisa mencukupi kebutuhan pembaca.
"Tahun ini kita ada pengadaan buku juga. Serta ada buku digital yang bisa diakses melalui smartphone," jelasnya.
Jawil Komunitas untuk Gelar Kegiatan Bersama
Keberadaan gedung Perpusda Kendal disambut baik para penggerak literasi. Perpustakaan ini diharapkan bisa meningkatkan minat baca masyarakat.
Ketua Komunitas Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) Bahrul Ulum mengatakan, Dinarpus sudah menjawil komunitasnya untuk ikut andil dalam peningkatan literasi di Kendal. Serta sudah dilakukan koordinasi untuk eksekusi kegiatan literasi.
"Kami sangat sinergi, karena Perpusda menggandeng komunitas literasi. Itu menunjukkan bahwa pemerintah membutuhkan masyarakat terlibat langsung dalam peningkatan literasi masyarakat," jelasnya.
Bahrul menegaskan, komunitasnya sangat aktif dalam literasi dan kebudayaan. Sebab itu, dia akan mengekspresikan program literasi dari Pemkab Kendal tidak sekadar baca tulis saja.
"Jadi semua harus mampu mengekspresikan literasi tersebut melalui berbagai kegiatan dan media. Kami siap membantu mewujudkan peningkatan literasi di Kendal ini," tandasnya. (dev/ton)
Editor : Baskoro Septiadi