RADARSEMARANG.ID, Kendal - Puluhan benda pusaka mengikuti penjamasan di Tuk Lanang, Curug Sewu, Kecamatan Patean Kamis (10/8) sore. Itu dilakukan untuk melestarikan tradisi turun temurun dari nenek moyang.
Sebanyak 50 benda pusaka termasuk keris dan tombak dijamas dengan mata air Tuk Lanang.
Penjamasan ini dilakukan langsung oleh Paguyuban Tosan Aji bersama pengelola DTW Curug Sewu Kendal.
Kegiatan ini kali pertama digelar serentak di destinasi wisata. Sebelum dijamas, ada ritual khusus yang dilakukan. Termasuk penyediaan sesajen dan ubo rampe lainnya.
"Ini memfasilitasi pecinta tosan aji (benda pusaka) di Kabupaten Kendal. Sebelum penjamasan juga ada ritual dan doa bersama dulu," ungkap Arif Budi Prasetyo, ketua Tosan Aji Kendal.
Arif mengatakan, ada beberapa jenis benda pusaka yang dijamas. Seperti keris, tombak, hingga pusaka kujang. Puluhan benda pusaka ini memiliki usia variatif. Bahkan ada keris yang berusia 600 tahun dan berasal dari Kerajaan Mataram pertama.
"Kami bermaksud untuk membersihkan benda-benda pusaka itu dari kotoran yang menempel. Ini juga perawatan dan nguri-uri tradisi nenek moyang," jelasnya.
Sementara Kepala Pengelola Curug Sewu Aryo Widianto mengatakan, kegiatan Jamasan Pusaka Nusantara ini akan menjadi event tahunan di DTW Curug Sewu.
Selain itu, ada tradisi Padusan yang dilakukan menjelang bulan Ramadan. Tentunya agenda ini mampu menyedot daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Curug Sewu.
"Harus tetap merangkul potensi-potensi termasuk tradisi ini. Di sisi lain melestarikan tradisi, sisi lainnya menjadi daya tarik wisatawan," katanya.
Aryo menambahkan, meski baru kali pertama dilaksanakan event Jamasan Pusaka Nusantara ini, antusias masyarakat untuk berkunjung sangat tinggi.
Dia berharap, agenda ini bisa menarik wisatawan mancanegara. "Ini sangat bagus dan akan kami agendakan setiap tahun," tandasnya. (dev/ton)
Editor : Baskoro Septiadi