Kepala Dinkes Kendal Abidin mengatakan, sepanjang 2023 ada 5.129 orang terduga TBC di Kabupaten Kendal. Kasus ini sulit ditemukan karena tersembunyi di tengah-tengah masyarakat.
Adapun 1.122 orang diantaranya positif TBC dan sedang mendapat penyembuhan. Pihaknya juga mengoptimalkan fasilitas layanan kesehatan untuk penanganan penyakit TBC.
"Kasus TBC tahun ini tergolong tinggi. Kami masih sulit mendeteksi karena kasusnya tersembunyi," katanya.
Ia menambahkan, penyakit TBC tidak hanya menyerang orang dewasa maupun lansia. Namun turut menyerang anak-anak.
Saat ini ada 316 anak di Kendal menjadi pasien TBC dengan rata-rata usia 0-14 tahun. Selain itu, tahun 2021 ada 51 pasien yang meninggal akibat TBC.
"Penyakit ini bisa dibilang serius. Gejala pada anak berbeda dengan orang dewasa. Namun biasanya yang terpapar adalah anak yang kontak erat dengan pasien TBC," ujarnya.
Koordinator Kader MSI TBC Community, Kekasih mengaku sudah membuka kanal aduan untuk pasien TBC terdiskriminasi.
Melalui aplikasi Lapor TBC. Hal itu bisa diakses pasien untuk mendapatkan hak-haknya. Kanal itu juga menjadi media kampanye dan pemberdayaan pasien maupun penyintas TBC.
"Kami mencoba memfasilitasi dan memberi dukungan untuk pasien maupun penyintas TBC. Sehingga mereka tidak terkucilkan di masyarakat," katanya.
Ada satu laporan diskriminasi pasien TBC di Kendal. Hal itu dialami warga Kaliwungu. Pasien itu diusir keluarganya karena mengidap TBC. Sekarang pasien menumpang di rumah keponakannya.
"Dari situ kami berperan untuk membantu mendapatkan haknya dan semangat untuk sembuh," tambahnya. (dev/fth)
Editor : Baskoro Septiadi