Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Klik Tautan APK Undangan Lewat WA, Tabungan Warga Brangsong Kendal Hilang Rp 11 Juta

Devi Khofifatur Rizqi • Jumat, 21 Juli 2023 | 16:13 WIB
KEBOBOLAN : Iswahyudi, korban phising, saat menunjukkan transaksi sang hacker yang membobol rekeningnya. ( DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEBOBOLAN : Iswahyudi, korban phising, saat menunjukkan transaksi sang hacker yang membobol rekeningnya. ( DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL - Nasib pilu harus dialami Iswahyudi, 52, warga Desa Brangsong, Kecamatan Brangsong, Kendal.

Dia kehilangan tabungan senilai Rp 11 juta usai mengklik tautan undangan digital berformat APK yang diterima melalui pesan WhatsApp.

Tabungan yang tersimpan di sebuah Bank BUMN itu terkuras habis. Hal itu diketahui Iswahyudi ketika hendak membayar biaya bengkel mobil pada Senin (10/7) lalu.

Dia kaget dan tidak terima dengan nasib yang dialaminya. Padahal, dia sudah memblokir semua rekening miliknya usai mengeklik tautan itu.

"Saya kira sudah aman. Lha kok pas mau bayar ongkos bengkel mobil itu baru ketahuan. Ternyata di rekening saya cuma tersisa Rp 54 ribu saja. Saya langsung lemas," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Yudi, sapaan akrabnya, menceritakan, ponsel miliknya diretas orang pada Jumat (7/7) lalu.

Bahkan, nomor WhatsApp miliknya berkali-kali mengirimkan pesan berantai berisi undangan digital berbentuk APK di berbagai grup yang diikutinya.

Saat itu, Yudi tidak sadar bahwa ponsel miliknya sudah dalam kendali orang lain.

Kemudian, dia dihubungi rekannya untuk segera memblokir rekening bank dan mengganti password akun sosmed hingga akun Gmail.

Namun, sang hacker pandai dalam membobol rekening miliknya. Yakni dengan melakukan transaksi bertahap.

Pertama, sang hacker mengambil Rp 7,8 juta. Lalu transaksi kedua menguras Rp 3.240.000.

"Tapi yang terkuras hanya rekening ini saja. Tabungan saya di bank lainnya masih aman," ceritanya.

Pria 52 tahun ini melanjutkan, kejadian pishing yang dialaminya bermula pada Kamis (6/7) malam.

Ketika itu, Yudi sedang menunggu undangan pernikahan dari teman. Kemudian terdapat nomor asing yang tiba-tiba mengirim undangan.

Tanpa pikir panjang, Yudi mengklik undangan itu. Isi undangan itu menyuruh Yudi memasukkan nomor HP sebagai tanda konfirmasi kehadiran.

Selanjutnya, isi tautan undangan itu semakin tidak jelas. Dia pun menutup laman undangan itu.

Berbagai upaya juga dilakukan Yudi untuk menyelamatkan tabungan miliknya. Dia juga mengadu ke Cabang Bank di Kendal agar mendapat solusi.

Bahkan, dia membuat laporan ke perusahaan XL, untuk menyelesaikan nomor miliknya yang diretas orang lain. Namun, upaya yang dilakoninya belum membuahkan hasil.

"Setelah itu gak bisa diusahakan ya sudah, saya laporan ke WhatsApp lewat email. Lalu ponsel juga saya restart ulang. Saya laporan ke polisi juga tidak bisa ditangani," keluhnya.

Dengan rasa pilu, Wahyudi mencoba mengikhlaskan tabungan miliknya. Pasalnya, pihak bank tidak bisa mengembalikan uang yang telah dicuri.

Lantaran, hal itu dinilai sebagai kelalaian karena seluruh transaksi yang dilakukan sang hacker menggunakan atas nama Iswahyudi.

"Karena atas nama saya sendiri yang mengeluarkan uang itu. Ya sudah mau bagaimana lagi, gak ada solusi," katanya pasrah. 

Korban kejahatan Phising lainnya dialami Eko Herno, warga Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri.

Dia mengaku, baru-baru ini uang yang disimpan di rekening bank miliknya raib usai membuka tautan pesan undangan pernikahan melalui pesan WhatsApp.

Dia tidak sadar jika undangan itu berbentuk APK . Dia pun mengikuti berbagai perintah dalam undangan itu. Termasuk memasukkan nomor ponsel miliknya.

"Awalnya memang curiga, kok disuruh ngisi nomor HP juga. Cuma saya belum sadar kalau itu sudah masuk ke sistemnya," akunya.

Usai mengalami kejadian itu, Eko waswas dengan ponselnya. Kemudian dia mematikan ponsel dan tidak melakukan aktivitas apapun yang berhubungan dengan ponselnya.

Lalu sekitar pukul 02.30 WIB, dia menerima notifikasi permintaan password di akun Google.

"Ternyata M-Banking saya keretas. Saya cek ke bank, ternyata uang saya sudah habis terkuras," jelasnya.

Eko menambahkan, jumlah saldo di ATM miliknya hanya Rp 1,6 juta. Namun, itu semua ludes dan hanya disisakan Rp 50 ribu saja.

Dia berpesan supaya masyarakat waspada dan tidak sembarangan mengklik tautan pesan mencurigakan. Terutama undangan yang berkedok maupun PDF.

"Ya sekarang cuma pasrah saja, uang saya tidak bisa kembali. Lain kali saya akan lebih waspada. Ini mau ganti nomor dan rekening baru juga," tambahnya.

Salah satu keluarga anggota Polri, mengaku menjadi korban kejahatan cyber dengan modus APK Undangan Pernikahan. Beruntung, korban tidak memakai aplikasi yang berkaitan dengan keuangan. 

"Kerugian tidak ada. Cuma WA tidak bisa dipakai sementara. Kalau ada M Banking, bahaya itu. Habis. Untung saya tidak ada M Banking," ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya kepada Jawa Pos Radar Semarang. 

Peristiwa ini terjadi pada awal Juli 2023. Bermula saat mengoperasikan WhatsApp di dalam handphone.

Tiba-tiba aplikasi WA mendapat pesan dari nomer kontak perseorangan. Pesan tersebut, terdapat tulisan samar APK Undangan Pernikahan. 

"Ketika diklik (dibuka). Seketika itu, WA langsung tidak bisa apa-apa. Buka WA saja tidak bisa. Itu kan yang ngatur sana, WA kita dikendalikan sana (pelaku). Medsos lain masih bisa, SMS juga bisa. Hanya WA saja yang tidak bisa," jelasnya. 

Kemudian, kontak nomor pengirim APK tersebut langsung diblokir untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu hal yang merugikan.

Selain itu, juga menghubungi rekannya, terutama yang satu grup dalam aplikasi WA.

"Karena ketika ngeklik itu kan, kita sudah masuk, dan semua nomer di WA saya dikirimi APK itu tadi. Padahal di WA saya, ada ribuan orang (kontak WA)," jelasnya. 

Awalnya, sumber ini tak mengira akan terjadi hal tersebut ketika membuka kiriman pesan tersebut.

Bahkan sempat merasa kebingungan. Pihaknya juga sempat menghubungi provider nomor ponsel yang digunakan. 

"Katanya enggak bisa. Itu pihak ketiga. WA kan pihak ketiga. Kita pas ngeklik APK itu, juga tidak tahu, karena buka WA saja sudah tidak bisa. Apakah itu gambar atau apa kita enggak tau," jelasnya. 

Menurutnya, WA tersebut tidak bisa digunakan hingga selama tujuh hari. Sekarang ini, telah kembali normal setelah kembali menginstal aplikasi WA. (dev/mha/ton/ap)

Editor : Agus AP
#rekening bank #pesan whatsapp #bengkel mobil