Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

45 Rumah di Karangsari Masih Terendam Rob, Belum Ada Solusi dari Pemkab Kendal

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 11 Juli 2023 | 15:43 WIB
Rob di RT, 1 RW 5, Kelurahan Karangsari, mulai memasuki permukiman, Senin (10/7).
Rob di RT, 1 RW 5, Kelurahan Karangsari, mulai memasuki permukiman, Senin (10/7).

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Sebanyak 45 rumah di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kendal, masih terendam rob Senin (10/7). Bahkan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Khususnya di wilayah RT 1, RW 5. Warga sudah beberapa kali mengusulkan peninggian jalan kepada Pemkab Kendal, namun hingga kini belum ada tindakan efektif.

Banjir rob memasuki permukiman mulai pukul 13.00. Rob surut pukul 18.00. Kondisi dimanfaatkan warga untuk mengevakuasi barang-barang berharga di tempat yang cukup tinggi. Seperti di atas lemari. Bahkan, warga harus membersihkan rumah, sebelum rob kembali melanda.

"Kalau airnya sudah mulai datang, ya siap-siap angkat kasur ditaruh di atas almari baju," kata Tarno, ketua RT 1 RW 5 Kelurahan Karangsari.

Pria paruh baya ini menjelaskan, masih ada 45 rumah yang terendam banjir rob. Biasanya tinggi air di dalam rumah mencapai 50 sentimeter.

Dia mengaku, sudah beberapa kali mengusulkan peninggian jalan kepada Pemkab Kendal. Namun, belum ada realisasi yang memuaskan untuk menangani rob ini.

"Ada tanggul laut tapi itu di luar wilayah kami. Jadi sekarang yang kena rob cuma di RT 1 ini," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Meski sering terkena rob, sejumlah warga enggan pindah. Mereka lebih memilih menetap dan tidur di kapal ketika rob menjadi-jadi.

"Karena sudah kebiasaan menghadapi rob ya tidak kaget. Kalau ngungsi malah repot," tegas Tarno.

Sementara Endang, warga terdampak rob mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi di kampungnya. Dia hanya berupaya meninggikan rumah supaya banjir rob tidak masuk rumah.

Selain itu, perempuan 50 tahun itu, tidak tega jika harus meninggalkan kampung kelahirannya. Dia ingin, permasalahan rob bisa selesai seperti di wilayah Karangsari yang sudah dibangun tanggul laut.

"Sudah seminggu banjir rob seperti ini. Meski terjadi di jam tertentu, namun mengganggu aktivitas. Kan harus jaga barang-barang di rumah juga biar tidak terbawa banjir rob," ceritanya. (dev/zal)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#BANJIR #Banjir Rob #rob kendal