Kabid Bina Marga DPUPR Kendal Ragil Hidayat mengatakan, tim DPUPR Kendal sudah melakukan peninjauan dan pengukuran di jembatan Kalibodri. Hasilnya, ditemukan tiga titik pergeseran. Yakni sisi barat, tengah, dan timur.
Selain itu, pergeseran dilatasi atau sambungan jembatan melebihi standar normal. Yakni sisi barat sebanyak 6 sentimeter, timur 7 sentimeter, dan sisi tengah 14 sentimeter.
"Kalau standar toleransinya sekitar tiga sampai lima sentimeter. Ini sudah agak lebar dari standarnya," katanya.
Jembatan Kalibodri itu sudah berusia sekitar 36 tahun. Setiap hari dilintasi ribuan kendaraan. Pihaknya akan melakukan kajian lebih dalam dan komunikasi dengan tim ahli konstruksi jembatan untuk penanganan lebih lanjut.
"Pergeserannya itu searah. Kalau sepeda motor yang melintas bisa ngeblong. Karena agak lebar," ujarnya.
Kepala DPUPR Kendal Sudaryanto mengaku akan melakukan analisa tentang konstruksi jembatan. Jika mendesak, akan segera dilakukan penambalan. Namun, dari pantauan ada baut sambungan yang sudah kendor. Sehingga terjadi tarikan dan membuat jembatan bergeser.
"Kita sudah pasang rambu pemberitahuan, supaya warga yang melintas lebih berhati-hati," ujarnya.
Supriyanto, 55, warga Gemuh mengaku takut saat melintas. Jembatan sudah bertahun-tahun dan sekarang ada lubang lebar di tengahnya.
“Takut ada warga yang njeblong. Harusnya dilakukan cek berkala agar kondisi jembatan benar-benar bisa dipastikan aman untuk warga," akunya. (dev/fth) Editor : Agus AP