Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Ekskavasi Kedua, Candi Boto Tumpang Berukuran 14 Meter

Agus AP • Sabtu, 29 Oktober 2022 | 20:42 WIB
PENGGALIAN SITUS  : Sejumlah petugas sibuk melakukan ekskavasi di situs Candi Boto Tumpang di Desa Karangsari, Kecamatan Rowosari. (DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGGALIAN SITUS : Sejumlah petugas sibuk melakukan ekskavasi di situs Candi Boto Tumpang di Desa Karangsari, Kecamatan Rowosari. (DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, KENDAL - Situs Candi Boto Tumpang di Desa Karangsari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, kembali dilakukan ekskavasi. Ekskavasi kedua ini sekaligus pencarian terkait bentuk, besaran, serta arsitektur dari tersebut.

Pantauan di lapangan, 13 warga lokal yang melakukan penggalian. Selain itu, 6 anggota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memantau. Kali ini, teknik ekskavasi Candi Boto Tumpang menggunakan stratigrafi. Sedangkan tahun 2021, menggunakan teknik tes split.

Juru Pelihara Situs Candi Boto Tumpang Sodikun mengatakan, situs candi ini kali pertama ditemukan 2018. Kemudian dilakukan penelitian sekitar 2019. Ekskavasi kedua ini sudah berlangsung sejak Selasa (18/10). Candi ini merupakan bangunan zaman Mataram Kuno abad ke 7 Masehi.

"Besok (red; hari ini) sudah pengurukan. Kemudian akan digambar sketsa atau struktur candi yang berada di dalam tanah," katanya saat ditemui usai penggalian.

Sodikun menambahkan, selain di Rowosari, ada beberapa titik di Kabupaten Kendal yang dimungkinkan terdapat situs candi atau peninggalan serupa. Seperti di Kecamatan Ngampel, Boja, Brangsong, hingga Kangkung.

"Tapi indikasinya paling banyak ditemukan di Kecamatan Rowosari. Kalau hujan jadi kendala karena tanahnya masuk lagi ke situs yang sudah digali," ujarnya.

Ketua Tim Peneliti Candi Boto Tumpang Agustijanto Indradjaja mengatakan, ekskavasi merupakan kelanjutan dari penggalian tahun lalu. Kali ini akan dilakukan pencarian terkait bentuk, besaran, dan arsitektur dari Candi Boto Tumpang.

Hasilnya, candi ini memiliki ukuran sekitar 13 meter hingga 14 meter untuk satu sisinya. Terdapat satu pintu masuk di sebelah timur dan terdapat satu ruang di bagian tengah yang cukup besar. Yakni berukuran 3,6 meter.

"Biasanya itu digunakan untuk meletakkan arca atau lingga yoni kalau dia candi Hindu," tambannya.

Pihaknya terus mengeksplorasi situs Candi Boto Tumpang. Karena, ada indikasi situs ini tidak berdiri sendirian. Setidaknya sudah ditemukan tiga titik lokasi di Desa Karangsari yang terindikasi terdapat bangunan candi. Selain itu, berbagai upaya seperti survey, penelitian, dan pengecekan di wilayah yang terindikasi terdapat peninggalan-peninggalan di sekitar kompleks Candi Boto Tumpang.

"Semoga nantinya situs ini bisa segera dimanfaatkan dan masyarakat juga mendapat manfaat lebih," tambahnya. (dev/fth) Editor : Agus AP
#Candi Boto Tumpang #Ketua Tim Peneliti Candi Boto Tumpang Agustijanto Indradjaja #badan riset dan inovasi nasional #Juru Pelihara Situs Candi Boto Tumpang Sodikun #BRIN