Tempat relokasi tersebut bersebelahan dengan kantor Balai Desa Kutoharjo. Pemkot akan menyiapkan shelter bagi pedagang. Namun sampai saat ini shelter tersebut belum berdiri.
Ketua Persatuan Pedagang Alun-Alun Kaliwungu (Pepak) Mahfud mengatakan, ada 300 PKL yang mengeluh kepadanya.
"Saya dan PKL lainnya khawatir tidak bisa berjualan kalau shelter itu belum ada. Soalnya sudah lama dari Pemkab Kendal katanya mau membangun shelter jualan untuk kami. Tapi pas sudah dekat waktunya malah belum ada apa-apa," terangnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Kendal Ferinando Rad Bonay mengatakan, anggaran pembangunan shelter sebenarnya tahun ini sudah dianggarkan sebesar Rp 2,3 miliar.
"Segera kami bangun shelter-nya. Jumlahnya nanti juga sesuai dengan jumlah pedagang. Dengan ukuran dua meter kali dua meter," jelasnya.
Pihaknya juga akan meminta kepada pengurus Masjid Agung Kaliwungu agar parkir timur bisa digunakan sementara untuk para PKL sampai proses pembangunan shelter selesai.
"Akan kita koordinasikan dengan pengurus masjid juga. Jadi semua ada jalan keluarnya," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kendal Tardi mengatakan, para PKL sebelumnya wadul kepada dewan terkait lambannya penyedian shelter tersebut.
"Sudah didapatkan kepastian jika pembangunan shelter maupun revitalisasi Alun-Alun Kaliwungu akan selesai pada akhir tahun ini. Para PKL tidak perlu khawatir soal berjualan," katanya. (dev/zal) Editor : Agus AP