Wisata air Rawa Bladon dikelilingi persawahan. Terletak di Dusun Krayapan, Desa Purwokerto, Brangsong. Banyak rumput liar serta sampah dedaunan menutupi air rawa. Selain itu, jalan setapak menuju spot pemancingan ikan tertutup rumput liar.
Ahmad, 42, warga Krayapan mengatakan, tahun 2017 Rawa Bladon atau Kali Bladon sempat jadi unggulan dan viral di media sosial. Itu karena air rawanya berwarna hijau bening dan instagramable.
"Banyak pengunjung yang ketagihan berfoto dan datang kesini," ujarnya.
Setiap weekend selalu ramai pengunjung dari berbagai daerah. Seperti Semarang, juga wilayah Kendal atas seperti Boja. Tapi sekarang sudah berubah drastis.
"Rawa ini sebenarnya irigasi. Karena tidak ada yang merawat akhirnya mangkrak dan banyak sampah," ujarnya.
Untuk menghidupkan lagi wisata air Rawa Bladon tentu tidak mudah. Jika kembali hidup pasti akan berpengaruh pada perekonomian masyarakat Sebelumnya, sempat dilakukan pengelolaan wisata ini. Akan tetapi, ada pembangunan beberapa sarana yang mandek.
"Tidak tahu pasti apa penyebabnya. Intinya saat ini Rawa Bladon sepi sudah seperti sungai atau kali pada umumnya," tambahnya.
Khotimah, warga lainnya mengatakan, dulu sempat ditarik retribusi masuk dan parkir bagi pengunjung. Tarifnya Rp 2 ribu dan ada fasilitas laybag, rakit, serta gazebo yang bisa digunakan pengunjung untuk berfoto.
"Mulai sepi dan tak terawat," tambahnya. (dev/fth) Editor : Agus AP