Ketua IDI Kendal dr Budi Mulyono mengatakan, pemeriksaan telinga menyasar siswa SD. Agar telinga-telinga bersih dan membantu siswa melakukan pendengaran sempurna. "Dengan begitu siswa bisa menerima apa yang disampaikan gurunya dan baik untuk memori dalam otak siswa," ujarnya.
dr Budi Mulyono menjumpai beberapa telinga siswa bermasalah. Kendati begitu, masih bisa ditangani pihak kesehatan puskesmas. "Screening membantu mendeteksi. Karena kalau anak-anak pasti jarang peduli dengan telinganya," ujarnya.
Salah satu siswa SD N 2 Wonosari-Pegandon Nisa mengaku takut dengan pemeriksaan telinga. Tapi setelah menjalani screening, ternyata tidak seburuk yang dibayangkan. Bahkan ia merasa pendengarannya menjadi lebih baik. "Tadi ada kerak di telinga. Pak dokternya sudah membersihkan sekarang jadi enak untuk mendengarkan," akunya. (dev/fth) Editor : Agus AP