Mereka merupakan ulama sekaligus pejuang yang ikut berjuang memerdekakan Indonesia. Saat tentara Belanda melancarkan serangan pada Agresi Militer Belanda Ke-I pasca Kemerdekaan RI dideklarasikan. “Mereka belum sempat menikmati kemerdekaan, tapi sudah wafat di medan perang,” kata Dandim 0715 Kendal Letkol Inf Iman Widhiarto saat meresmikan pemugaran Makam Pahlawan Laskar Hizbullah.
Ia menambahkan pahlawan sejati adalah mereka yang berjuang dengan keikhlasan tanpa mengharapkan imbalan. Bahkan rela berkorban jiwa dan raga. Dandim terharu dengan sikap Pahlawan Hizbullah yang berjuang tanpa ingin dikenang atau imbalan. “Ketulusan dan keikhlasan saat berjuang melawan penjajah telah membawa seluruh rakyat Indonesia bisa menikmati kemerdekaan sampai detik ini,” tambahnya.
Keteladanan, ketulusan serta keikhlasan para pejuang inilah perlu ditiru dan diterapkan generasi penerus. Tidak perlu terkenal untuk menjadi pahlawan. Tapi cukup bisa memberikan manfaat dan perubahan positif bagi masyarakat sekitar.
Perwakilan keluarga pahlawan Hizbullah KH Sholahuddin Humaidullah berberterima kasih pada PAC GP Ansor Kaliwungu dan Pemdes Krajan Kulon yang telah memugar makam. Ketua PAC GP Ansor Kaliwungu Ali Nurudin mengatakan, pemugaran merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan. “Kami memprakarsai pemugaran bersama Pemdes Krajan Kulon. Gayung bersambut disetujui oleh pihak keluarga besar pahlawan hizbullah,” tambahnya. (bud/fth)
Editor : Agus AP