Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Ukuran Lapak Pasar Pagi Kaliwungu Diperkecil

Agus AP • Selasa, 29 Desember 2020 | 19:36 WIB
Grafis: Ibnu Fiqri/Jawa Pos Radar Semarang
Grafis: Ibnu Fiqri/Jawa Pos Radar Semarang
RADARSEMARANG.ID, Kendal - Pedagang Pasar Pagi Kaliwungu mulai menempati bangunan baru. Dinas Perdagangan Kendal sengaja mengubah ukuran lapak lebih kecil supaya semua pedagang tertampung.

Pantauan koran ini, para pedagang mulai membongkar bangunan semi permanen yang berada di Pasar darurat secara mandiri. Sebagian pedagang juga mulai menata lapak maupun kios yang berada di Pasar Pagi Kaliwungu baru.

Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kendal, Vivin Irawati mengatakan menjelaskan, ukuran lapak los pedagang diperkecil lantaran jumlah pedagang di Pasar Pagi Kaliwungu sangat banyak.

“Ukuran lapak sebelumnya memang 2x2 meter, tapi untuk bangunan baru, setiap lapak ukurannya menjadi 1,6x2 meter dan ada yang 1x2 meter. Lebih kecil, karena supaya bangunan Pasar Pagi Kaliwungu ini bisa menampung 1.038 pedagang,” katanya, kemarin (28/12/2020).

Dinas Perdagangan juga harus menampung pedagang di Pasar Pagi Kaliwungu yang berjualan di sepanjang jalan area pasar. “Termasuk pedagang yang sebelumnya berjulan di sisi samping kiri dan kanan pasar. Kami tampung untuk ditempatkan di los. Sehingga tidak ada lagi pedagang sembarangan berjualan,” tuturnya.

Menurut Vivin, dari data yang ada di Kementerian PUPR, hanya untuk menampung sekitar 700 pedagang. Itu pun belum termasuk pedagang musiman yang berjualan tidak tentu.

“Untuk mengakomodir seluruh pedagang maka ukurannya dikurangi, agar semuanya bisa mendapatkan los dan ditata dengan baik,” imbuh Vivin.

Vivin mengatakan, harga los atau lapak baru, sementara ini dipatok Rp 1.700.000 per meter. Uang tersebut dibayarkan ke bank dengan sistem deposit. “Selama dua tahun pedagang bisa mengangsur sambil menunggu aturan tentang harga yang ditentukan.

“Semua pembayaran langsung ke rekening bukan ke Disdag. Sedangkan untuk kios jumlahnya 184 dan yang terdata 146 sehingga masih ada sisa. Sisa kios nantinya akan digunakan untuk pos kesehatan, ruang laktasi, ruang merokok  dan ruang uji tera ulang,” katanya.

Anggota DPRD Kendal Muhamad Tommy Fadlurahman mengaku, mendapatkan banyak keluhan dari pedagang lantaran ukuran lapak lebih kecil. Hal itu membuat pedagang kesulitan menempatkan barang dagangannya.

“Sebelumnya ada yang mengeluh kepada kami karena ukuran lapak hanya 1x2 meter persegi. Tapi segera kami jelaskan, karena di Pasar Pagi Kaliwungu akan ditempati oleh seluruh pedagang yang sebelumnya berjualan di jalan dan samping pasar. Akhirnya pedagang bisa mengerti dan memaklumi,” tegasnya.

Pihaknya siap menjembatani kepentingan pedagang dengan pengelola pasar agar tidak muncul permasalahan baru.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pagi, Muhamad Fadhil mengatakan, pembongkaran lapak di Pasar Darurat sudah dilakukan sejak tiga hari lalu. “Sudah lebih dari 50 persen pedagang mulai pindah ke lokasi bangunan Pasar Pagi Kaliwungu yang baru,” tuturnya. Bahkan sudah ada yang mulai berjualan.

Kasi Pasar Dinas Perdagangan Kendal, Nurjaman menegaskan, sudah 70 persen pedagang yang mulai menyiapkan lokasi di los pasar pagi. “Sementara untuk kios baru akan dilakukan pembagian dan penempatan Selasa (29/12/2020) untuk pedagang lama,” jelasnya.

Pengelola pasar juga mulai merapikan pedagang. Tujuannya agar tidak ada pedagang yang menggelar batas area dagangannya. Baik yang berjualan di tengah jalan maupun samping kanan dan kiri jalan.

“Kami akan merapikan pedagang  agar masuk ke dalam los dan kios. Sebab kami sedang merancang menuju pasar hijau dan higienis. Sehingga tidak ada pedagang yang berjualan di jalan atau tempat fasilitas umum,” imbuh Nurjaman. (bud/zal) Editor : Agus AP
#Pasar Pagi Kaliwungu #Berita Semarang