Mirna meraih penghargaan kategori Dedikasi Membangun Negeri. Selama lima tahun memimpin Kendal, Mirna dinilai telah banyak membuat perubahan dan kemajuan besar. Terutama dalam hal pembangunan infrastruktur, ekonomi, kesehatan, pendidikan, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan keterbukaan informasi pembangunan.
Dalam hal infrastruktur, Mirna telah berhasil mewujudkan mimpi masyarakat Kendal untuk memiliki akses jalan mulus. Awal Mirna menjabat bupati, 50 persen jalan di Kendal kondisinya rusak. Tercatat, sepanjang 385 kilometer dari total panjang jalan di Kendal 770 kilometer mengalami kerusakan. Tapi berkat kerja keras Mirna, kini 90 persen jalan Kendal mulus. Bahkan sisanya 10 persen atau 77 kilometer sebenarnya akan selesai tahun ini. Tapi adanya pandemi, menyebabkan pekerjaan jalan ditunda lantaran ada pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19.
Tidak hanya infrastruktur jalan, Mirna juga berusaha untuk menurunkan angka kemiskinan. Tercatat, pada 2016, persentase kemiskinan Kendal sebesar 11,37 persen, kini turun menjadi 9,41 persen. Jumlah penduduk miskin di Kendal pada 2016 sebanyak 107,810 jiwa, hingga akhir 2019 lalu turun menjadi 91.200 jiwa.
Tidak hanya dalam hal pembangunan dan pelayanan, Mirna juga membuktikan Pemkab Kendal berhasil dalam hal laporan administratif dan keterbukaan informasi. Hal itu dibuktikannya selama tiga tahun berturut-turut, Pemkab Kendal selalu mendapatkan gelar Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Penghargaan tertinggi dari BPK RI belum pernah diraih oleh Bupati Kendal pendahulu Mirna.
Mengusung etos kerja wilayah Kendal Semakin Handal untuk Mewujudkan Kendal Permata Pantura, Bupati Mirna Annisa juga melakukan banyak terobosan. Bupati cantik dalam meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) di Kendal yang hasilnya untuk kembali membangun Kendal.
Prestasi yang telah ditorehkan Bupati Mirna, menurut Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi tentu lebih banyak lagi dari yang sudah ia paparkan. Hal itu terbukti dari banyaknya penghargaan yang diterima Mirna yang berskala nasional.
Menurut Baehaqi, Mirna adalah tonggak dasar bagi kemajuan pembangunan di Kendal. Yakni, sosok yang bisa dijadikan barometer bagi kepemimpinan Kendal selanjutnya, dan di masa yang akan datang.
“Siapapun Bupati Kendal nantinya, tentu dapat mudah membawa Kendal akan lebih baik. Sebab, Mirna telah meletakkan pondasi kuat tentang bagaimana pembangunan di Kendal ini seharusnya dilakukan,” tuturnya.
Jawa Pos Radar Semarang, lanjut Baehaqi, mengaku bangga bisa mengawal selama lima tahun kepemimpinan Bupati Mirna. Terlebih pada Peringatan Hari Ibu, Jawa Pos Radar Semarang bisa memberikan penghargaan tersebut secara langsung. “Bu Mirna adalah sosok wanita, sekaligus ibu dan istri. Tapi tetap bisa berprestasi untuk memajukan daerahnya,” paparnya.
Apresiasi tertinggi Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2020 dengan kategori Dedikasi Membangun Negeri, menurut Baehaqi, layak bagi Mirna. Karena penghargaan ini hanya diperuntukkan bagi unsur kepala daerah atas capaian kinerjanya selama menjabat.
Menanggapi hal tersebut, Mirna mengaku sangat berterima kasih kepada Jawa Pos Radar Semarang. Sebab, selama lima tahun dirinya menjabat bupati, telah ikut serta mengawal kepemimpinannya, sehingga ikut memacu dirinya untuk memajukan Kendal.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Radar Semarang. Karena bagi saya, tidak akan ada orang besar tanpa adanya media. Sebab, peran seseorang bisa dilihat melalui berita. Jadi, di sini bukan hanya saya saja, tapi semua elemen. Yakni, pemerintah dan masyarakat bisa sejalan untuk mewujudkan mimpi yang sama untuk membangun Kendal,” katanya.
Mirna mengatakan, sebenarnya ia tidak berharap ketulusan memajukan Kendal ini menjadi ajang pamer. Tapi ia ingin apa yang sudah dilakukan selama ini untuk kemajuan Kabupaten Kendal. “Hasilnya bisa dirasakan seluruh warga Kendal,” ujarnya.
Bupati berharap, kepemimpinan Kendal ke depan sudah tidak ada lagi hal-hal yang rumit dan sulit. Sebab, masa sulit dan rumit sudah ia lalui. Pemimpin selanjutnya tinggal meneruskan untuk memajukan Kendal.
Baginya, jabatan bupati bukanlah karir, melainkan amanah. Maka yang dilakukannya tidak lain adalah melaksanakan tugas dari sang pemberi amanah.
“Penghargaan ini dapat memotivasi saya dan kepala daerah lain ke depan. Menjadi motivasi bagi teman-teman kepala daerah maupun bagi masyarakat untuk terus dapat berkoordinasi dengan baik," harapnya. (bud/aro) Editor : Agus AP