RADARSEMARANG.ID - Kekayaan bahasa menjadi salah satu keunikan yang menjadi nilai perbedaan dan keberagaman yang mewarnai Tanah Air.
Mulai dari Provinsi Aceh hingga Papua, bahasa menjadi peran penting bagi masyarakat dalam mengkomunikasikan sebuah percakapan sehari-hari.
Selain itu, bahasa juga menjadi simbol identitas bagi sebuah masyarakat yang berada dalam satu wilayah dengan budaya serta populasi penduduk yang cukup besar.
Namun dari bahasa, perbedaan diantara budaya masyarakat juga menciptakan berbagai jenis logat dan dialek yang berbeda-beda.
Contohnya di Jawa Tengah sendiri ada beberapa dialek seperti Jawa Mataraman, Jawa Semarangan dan juga Jawa Ngapak.
meskipun memiliki dialek yang berbeda, ada banyak kesamaan bahasa diantara beberapa logat tersebut, meskipun ada juga bahasa yang menjadi beda.
Kali ini, Balai Bahasa Jawa Tengah telah usai melaksanakan kegiatan "Inventarisasi Kosakata dan Budaya di Kabupaten Kebumen".
Dalam kegiatan tersebut, para pakar yang tergabung dalam KKLP (Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional) Balai Bahasa Jateng melakukan invetarisasi terhadap beberapa bahasa yang hanya ditemukan di Kabupaten Kebumen.
Dalam pertemuan ini, Tim KKLP berhasil mengelompokkan kosakata unik khas Kebumen yang segera ditemukan oleh pihak peneliti.
Di hari ketiga kegiatan, yang dilaksanakan di Desa Pejengkolan, Kecamatan Paduroso, Kabupaten Kebumen.
Tim KKLP menemukan beberapa kosakata unik yang berhasil dikumpulkan dan diklasifikasikan sebagai pembendaharaan kosakata makanan dan permainan tradisional.
Beberapa kata asli Kebumen tersebut adalah : oger yang memiliki arti sebuah proses pembuatan minyak kelapa yang difermentasikan.
Lalu ada tumpeng kebo segluntung, sebuah makanan khas berupa nasi tumpeng yang didalamnya terdapat seluruh masakan dari olahan daging kerbau, yang dicampur dengan serundeng.
Dan yang terakhir adalah kata panggalan, yakni sebuah permainan tradisional yang menjadi permainan khas di desa tersebut.
Source: Balai Bahasa Jateng
Editor : Baskoro Septiadi