Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Lagi, Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Gunung Lawu Karanganyar, Pencarian Diperluas hingga Magetan Jawa Timur

Falakhudin • Jumat, 23 Januari 2026 | 05:16 WIB
Lagi, Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Gunung Lawu Karanganyar, Pencarian Diperluas Hingga Magetan Jawa Timur
Lagi, Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Gunung Lawu Karanganyar, Pencarian Diperluas Hingga Magetan Jawa Timur

 

RADARSEMARANG.ID — Pencarian terhadap pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, terus berlangsung.

Pada hari ketiga pencarian, petugas menggunakan tim anjing pelacak dan drone untuk membantu proses pencarian.

Kalak BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan, “Ini hari ketiga pencarian. Kami BPBD bekerja sama dengan Basarnas, relawan, TNI, dan Polri mengirimkan 5 SRU.” ujarnya

 

Pendaki yang hilang bernama Yasid Ahmad Firdaus, 26, menghilang saat mendaki Bukit Mongkrang pada Minggu, 18 Januari 2026.

Pencarian untuk Yasid dari Colomadu, Karanganyar, dilakukan dengan bantuan anjing pelacak dan drone dari Kantor Bea Cukai Solo dan Semarang.

Hendro menjelaskan, “Hingga sore hari belum ada hasil. Masalah utama adalah cuaca. Drone tidak berfungsi maksimal karena angin dan kabut. Jarak pandang terbatas.”

Sebelumnya, Yasid mendaki Bukit Mongkrang bersama tiga temannya, Cahya, Salman, dan Riyan.

 

Mereka mulai mendaki sekitar pukul 06.30 WIB dan mencapai puncak sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat turun, mereka terpisah. Hingga siang hari, tidak ada tanda-tanda keberadaan Yasid.

Menurut Hendro, “Mereka turun bersama. Di Pos 3 mereka terpisah. Formasinya Salman di depan, kemudian Cahya, kemudian survivor, dan Riyan di belakang. Salman dan Cahya menunggu temannya di basecamp. Hanya Riyan yang datang. Mereka melaporkan ke Basarnas jika survivor belum kembali.”

Operasi pencarian pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang memasuki hari keempat, Kamis, 22 Januari 2026.

Tim SAR memperluas pencarian hingga wilayah Magetan, Jawa Timur.

 

Sampai hari keempat, belum ada tanda keberadaan korban.

Pencarian masih terkendala cuaca buruk dan medan yang sulit.

Koordinator Operasi SAR, Yohan Tri Anggaro, menyampaikan, “Cuaca di atas masih berangin kencang dan berkabut. Bahkan sempat terjadi badai. Kondisi ini sangat membatasi jarak pandang tim saat mencari.”

Selain cuaca, kawasan yang luas dan penuh tumbuhan juga menyulitkan proses pencarian.

Rumput ilalang yang tinggi serta lereng bukit yang curam membuat tim harus lebih berhati-hati.

 

“Kondisi tumbuhan yang rapat dan rumput ilalang tinggi membuat jarak pandang terbatas. Hal ini membuat penyisiran memakan waktu lebih lama,” katanya.

Masuk hari keempat, tim SAR memperluas area pencarian dari sekitar posko ke beberapa titik yang mungkin dilewati korban.

Area yang disisir mencakup jalur dari posko hingga ke kawasan Magetan, Jawa Timur.

Perluasan area dilakukan setelah seluruh wilayah yang dekat dengan posko telah disisir.

Menurut Yohan, langkah ini diambil berdasarkan evaluasi hasil pencarian hari sebelumnya dan kemungkinan pergerakan korban.

Pada operasi hari ini, tim SAR gabungan mengirimkan tujuh tim penyisiran darat, tiga tim vertikal, serta dukungan pemantauan udara menggunakan drone.

 

Personel berasal dari berbagai unsur, termasuk relawan lokal dan tim dari daerah lain.

“Untuk hari ini, kami mengirimkan sekitar tujuh tim penyisiran, ditambah tiga tim vertikal serta dukungan drone,” kata Yohan.

Ia menambahkan, personel dari Magetan ikut terlibat untuk memperkuat proses pencarian.

Namun, penggunaan drone sangat tergantung pada kondisi cuaca, terutama kecepatan angin.

Dalam pencarian survivor, tim SAR masih menggunakan metode open grid, yaitu penyisiran secara terbuka dengan memperluas cakupan melalui penambahan personel.

 

Sampai siang hari, cuaca di kawasan puncak Bukit Mongkrang dilaporkan mendung dan disertai angin kencang.

Sementara itu, cuaca di daerah bawah lebih stabil meski masih berangin.

Yohan menyebutkan keluarga korban masih berada di basecamp Mongkrang dan terus memantau perkembangan pencarian.

Keluarga sepenuhnya menyerahkan proses pencarian kepada tim SAR tanpa mengajukan permintaan khusus.

“Sebelum operasi dimulai, keluarga pernah melakukan doa bersama. Mereka sangat kooperatif dan sangat mendukung tim SAR,” katanya.

Mengenai informasi nonteknis, termasuk yang bersifat tidak rasional, Yohan menegaskan tim SAR tetap menerima semua masukan.

 

Namun, setiap informasi akan dianalisis terlebih dahulu sebelum ditindaklanjuti.

Sampai hari keempat operasi pencarian, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan survivor, baik berupa pakaian, barang pribadi, maupun petunjuk lain.

“Survivor masih nihil. Belum ditemukan tanda-tanda apa pun,” pungkas Yohan.

 

Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan evaluasi harian, disesuaikan dengan kondisi cuaca dan hasil penyisiran.

Polisi juga mengirimkan anjing pelacak (K9) untuk membantu pencarian pendaki yang hilang tersebut. (fal)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

Editor : Baskoro Septiadi
#gunung lawu #kendal #Estimasi pendakian Bukit Mongkrang #basecamp Mongkrang #Bukit Mongkrang Tawangmangu #Anjing Pelacak #survivor #Jadwal Lengkap Tahapan Kinerja 2026 #Rapel gaji pensiunan November 2025 #Gunung Lawu mistis #sscasn.bkn.go.id #bpbd karanganyar #Rumput Ilalang #colomadu #magetan #puncak Bukit Mongkrang #Download Kalender 2026 #Gunung Lawu Via Candi Ceto #Bukit Mongkrang ketinggian #Jawa Timur #Gunung Lawu Jumat Kliwon #salatiga #Download kalender tahun 2026 resmi #Wisata Bukit Mongkrang #Bukit Mongkrang berapa km #Pengelolaan Kinerja Pendidik 2026 #bukit mongkrang #pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang #tim sar #Seleksi PPPK #ciri ciri TPG 100 persen akan segera dicairkan #Bukit Mongkrang dimana #Yasid Ahmad Firdaus