RADARSEMARANG.ID - Suasana duka menyelimuti SMPN 1 Jumantono, Karanganyar, kemarin pagi (22/8).
Suasana yang berbeda dari hari-hari biasa, tak ada kegiatan belajar mengajar (KBM).
Sejumlah siswa pun tampak menunjukkan wajah haru dan sesekali terdengar isak tangis. Salat ghaib juga digelar di masjid sekolah setempat.
Ya, diketahui SMPN 1 Jumantono tengah kehilangan tiga siswanya. Mereka meninggal secara bersamaan. Mereka adalah Rafi Nur Aziz, 14; Fahri Aditya, 14; dan Satria Surya Pradan, 14.
Ketiga siswa yang duduk di kelas IX tersebut menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut antara dua sepeda motor dengan mobil Gran Max di jalan Mulur - Jumapolo.
Tepatnya di depan Warung Ateng, Balesari RT 2 RW 2, Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Senin (21/8) pukul 20.15, demikian yang informasi yang diperoleh Radar Solo.
Sementara satu pelajar bernama Hildan yang juga menjadi korban kecelakaan, kini dalam kondisi kritis. Siswa kelas VIII itu kini menjalani perawatan di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.
Sebagai bentuk duka cita dan bela sungkawa, sekolah mengibarkan bendera setengah tiang, pagi tadi.
Kepala SMPN 1 Jumantono Nuk Budyastuti menceritakan, dia baru mengetahui kabar tersebut Selasa pagi.
Informasi terkait kecelakaan empat pelajar itu tersebar melalui WhatsApp grup di sekolah.
Nuk, sapaan akrab Nuk Budyastuti, langsung memerintahkan semua karyawan dan guru untuk menggelar salat ghaib dan mengibarkan bendera setengah tiang di halaman sekolah.
Kemudian juga melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar.
"Malam (Senin malam saat kejadian,Red) saya belum tahu. Kemudian beberapa anak, pengurus OSIS dan guru mencari kebenaran kabar itu. Baru paginya ternyata benar empat orang yang terlibat kecelakaan itu merupakan anak didik kami," kata Nuk kepada Radarsolo, Selasa. (rud/ria)
Editor : Agus AP