RADARSEMARANG.ID – Pendaki gunung asal Bojonegoro, Jawa Timur yakni Sholahudin Alfian Huda, 20, mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Lawu, Rabu (16/8) malam.
Sholahudin Alfian sedianya hendak memperingati HUT Kemerdekaan RI di puncak Lawu.
Dia melakukan pendakian dari jalur Cemoro Kandang, Tawangmangu, Rabu siang. Namun sesampainya di pos 2 Gunung Lawu sekitar pukul 18.30, dia mengalami serangan hipotermia.
”Informasi itu kami terima dari relawan. Salah satu pendaki hipotermia di jalur Cemoro Kandang dan tidak bisa melanjutkan pendakian,” kata Komandan SAR Karanganyar Arif Sukro, kemarin (17/8).
Sukro mengungkapkan, penjaga pos Cemoro Kandang langsung melakukan kroscek terhadap kabar tersebut.
Benar saja, terdapat salah satu pendaki yang mengalami hipotermia dan langsung dilakukan tindakan.
”Pendaki tersebut langsung kami evakuasi untuk turun bersama gabungan relawan. Selanjutnya dibawa ke puskesmas guna mendapatkan perawatan lebih lanjut,” ungkapnya.
Petugas Lapangan Bidang Destinasi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar Nardi mengungkapkan, suhu di puncak Gunung Lawu saat ini sangat ekstrem.
Pihaknya mengimbau para pendaki agar mewaspadai serangan hipotermia.
”Malam kemarin (Rabu, Red), suhunya sampai 3 derajat celcius. Bahkan muncul butiran es di kawasan Telogo Kuning di bawah puncak Harga Dumilah. Kami mengimbau pendaki menggunakan peralatan yang lengkap,” jelasnya.
Dia menjelaskan, pada peringatan Hari Kemerdekaan RI, kemarin, ada sekira 400-an pendaki yang mendaki ke puncak Gunung Lawu.
Dari jalur pendakian Ceto, Jenawi, tercatat ada 150 an pendaki. Sedangkan dari jalur Cemoro Kandang ada 130 orang pendaki.
”Kalau saya lihat di puncak (Lawu, Red) tadi sekira 400 an orang. Saat momentum Hari Kemerdekaan RI, selalu ada peningkatan pendaki,” jelasnya. (rud/adi)
Editor : Agus AP