RADARSEMARANG.ID—Warga RW 01 Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang sudah terbiasa melakukan pilah sampah.
Pengelolaan sampah ini jadi modal untuk mengikuti Lomba Kampung Hebat 2025 kategori Kampung Pilah Sampah dan Pro Lingkungan.
Kompetisi antarkampung ini juga melombakan kategori Kampung Kreatif dan Inovatif.
“Usaha yang dilakukan warga RW 01 adalah melakukan pilah sampah, yaitu memisahkan sampah organik dan anorganik,” jelas Lurah Sekayu Dwi Ratna Nugraini.
Ketua RW 01 Sekayu Mahatma Leo Murba menambahkan, sampah organik diolah menjadi kompos.
“Manfaatnya bisa dipakai untuk pupuk toga dengan demikian mengurangi pemakaian pupuk kimia yang dalam jangka panjang bisa merusak tanaman dan tanah,” katanya.
Sedangkan untuk sampah anorganik dimanfaatkan untuk membuat aneka produk yang mempunyai nilai ekonomis.
Bekas sachet makanan dan minuman dibuat tikar, tas, dan dompet.
Bekas botol plastik dibuat bunga hias.
Dan sebagian sampah anorganik lainnya dijual ke pengepul melalui bank sampah yang sudah terbentuk di setiap RT di RW 1.
“Bank sampah telah memberikan manfaat ekonomi baik kepada warga yang menyetor sampah maupun bagi bank sampah itu sendiri. Itulah keunggulan RW 01 Kelurahan Sekayu yang bisa memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi,” tambahnya. (ton)
Editor : Pratono